Oleh : Efi Fadhillah*

Tampak depan Masjid Al-Hakim, Padang, Minggu (21/2/2021). (Genta Andalas/Efi Fadhillah)

Sebagai mahasiswa perantauan yang telah cukup lama meninggalkan Kota Padang, timbul kerinduan akan kota ini. Akhirnya, setelah menjalani isolasi mandiri semenjak kedatangan saya minggu lalu, saya memutuskan untuk berjalan-jalan melepas jenuh. Tujuan saya kali ini adalah menelusuri beberapa tempat wisata di sekitaran wilayah Padang Selatan, yaitu Pantai Air Manis, Jembatan Siti Nurbaya, dan Pantai Padang.

Dalam perjalanan tersebut, ketiga lokasi tadi memang berhasil melepas rindu pada Kota Padang, serta berhasil menguapkan jenuh selama berada di rumah saja. Kota Padang memang terkenal dengan pesisir pantainya yang sering dijadikan sebagai objek wisata, masyarakat sekitar sering menyebutnya taplau (tapi lauik). Saat melewati pantai yang berada di Jalan Nipah, Berok Nipah, Kec. Padang Baru, Kota Padang, terdapat satu tempat yang berhasil memikat hati, yakninya bangunan masjid berwarna putih yang berdiri dengan megahnya di pinggir pantai. Kebetulan, saat itu azan Zuhur tengah berkumandang, tanpa berpikir dua kali saya langsung memutar motor menuju pelataran parkir masjid yang bernama Masjid Al-Hakim ini.

Area parkir berada di depan masjid, dengan lahan yang sangat luas, serta penataan kendaraannya rapi dan teratur meskipun tidak ada juru parkir. Meninggalkan area parkir, saya kemudian menuju tempat wudu wanita yang berada di samping masjid. Jika menghadap ke arah Barat, maka kita akan disuguhkan pemandangan laut yang sedikit terhalangi oleh pagar besi. Pagar dengan tinggi sekitar satu meter itu diberi hiasan tumbuhan rambat.

Sebelum memasuki tempat wudu, saya terlebih dahulu melepaskan alas kaki dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan. Ukuran tempat wudu ini sangat luas dan bersih, sehingga menambah kesan nyaman saat menikmati fasilitas di Masjid Al-Hakim.

Untuk mencapai masjid terdapat dua jalur dari tempat wudu wanita, pertama di bagian selebelah kiri yang merupakan dan di sebelah kanan yang berhadapan langsung dengan laut. Bagi pengunjung yang ingin mengambil foto dengan latar mewah ataupun aesthetic dapat memilih jalan di sebelah kanan ini. Jalannya tidak memiliki anak tangga, beralaskan batu warna putih, serta diiringi tanaman berwarna hijau cerah merupakan spot foto yang intagramable.

Di pelataran masjid telah tersedia mukena untuk jemaah yang ingin melaksanakan ibadah salat. Meskipun suasana sedang terik di luar, namun di dalam Masjid Al-Hakim ini terasa sangat sejuk. Bagi pengunjung yang sedang tidak salat, maka dapat menunggu jamaah di pelataran masjid, terdapat stop kontak yang bisa digunakan pengunjung, serta kipas angin sebagai pendingin. Bagi kaum hawa, juga telah disediakan banyak cermin yang dapat digunakan untuk membenahi jilbab.

Masuk ke dalam ruangan sholat, di sana jarak antar jemaah telah diatur berdasarkan protokol kesehatan Covid-19, sehingga jamaah tidak perlu khawatir berada di dalam Masjid Al-Hakim. Ibadah pun terasa lebih nyaman karena bisingnya suara kendaraan dari luar tidak terdengar hingga ke dalam.

Pesona Masjid Al-Hakim yang serba putih tampak bak arsitektur Taj Mahal di India. Hal inilah yang membuat daya tarik akan masjid yang belum lama diresmikan ini. Banyak pengunjung yang datang baik untuk beribadah maupun melihat kemegahan masjid sembari mengabadikannya dalam sebuah foto.

Untuk berfoto di pelataran masjid pada siang hari yang terik tidak direkomendasikan, karena bagian teras masjid yang tak beratap terasa membakar telapak kaki. Namun, kita tetap bisa mendapatkan background laut yang indah dengan membawa sepasang alas kaki yang bersih untuk melindungi kaki dari panasnya pelataran.

Keindahan Masjid Al-Hakim lebih terpancar pada malam hari, karena warna dasar masjid yang putih bersih akan disorot dan dikelilingi warna lampu di beberapa titik. Membuat kemegahan masjid tidak tertutup oleh kegelapan malam. Mahasiswa Hukum Universitas Andalas Nurul Anisa Azwir berpendapat bahwa masjid dengan konsep warna putih tergolong langka, “Masjidnya lebih bagus pada malam hari karena banyak lampu-lampu yang menghiasi,” kata Nurul. Minggu (21/2/2021).

*Penulis merupakan Mahasiswa Agroteknologi 2018 Fakultas Pertanian Universitas Andalas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here