Padang, gentaandalas.com- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menggelar perayaan hari ulang tahun ke-21 dengan mengusung tema “Mengawal Sumatera Pulih” di Pustaka Steva, Padang, Jumat (24/01/26). Kegiatan ini dirangkai dengan diskusi publik yang membahas isu-isu pemulihan pascabencana ekologis di wilayah Sumatera.
Ketua AJI Padang, Novi Herlina, menjelaskan tema tersebut diangkat sebagai respons atas bencana ekologis yang melanda hampir separuh wilayah Sumatera dalam beberapa bulan terakhir, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Tema Mengawal Sumatera Pulih diangkat mengingat beberapa bulan lalu bencana ekologis terjadi di hampir separuh wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Bahkan hingga hari ini, bencana ekologis tersebut belum bisa dikatakan pulih,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain diskusi publik, rangkaian kegiatan HUT ke-21 AJI Padang juga diisi dengan penggalangan donasi bagi siswa yang terdampak bencana pada akhir November 2025.
“Selain mengangkat tema Sumatera Pulih, kami juga menghadirkan diskusi publik yang bisa kita saksikan bersama. Kemudian, ada donasi untuk siswa yang terdampak bencana pada akhir November 2025. Selain itu, AJI Padang juga menyelenggarakan Anugerah Pers Mahasiswa yang tahun ini memasuki tahun ketiga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, AJI Padang bersama AJI Aceh, AJI Lhokseumawe, AJI Bireuen, dan AJI Sumatera Utara menyampaikan komitmen bersama untuk mengawal pemulihan Sumatera pascabencana melalui resolusi dan pernyataan sikap.
Komitmen tersebut didasarkan pada besarnya dampak bencana ekologis yang terjadi pada akhir November hingga Desember 2025. Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut melanda 53 kabupaten dan kota di Sumatera serta mengakibatkan ribuan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah.
Khusus di Sumatera Barat, bencana ekologis melanda hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota. Selain menimbulkan korban jiwa dan pengungsian, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem yang hingga kini masih dirasakan masyarakat terdampak.
Ketua AJI Padang menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut peran aktif masyarakat dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijalankan pemerintah. “AJI Padang berkomitmen mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan mendorong jurnalisme yang berempati. Kami juga akan mengawasi agar proses tersebut berjalan transparan, akuntabel, adil, dan tidak koruptif, serta meminta pemerintah menghormati kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.
Salah seorang pendiri AJI Padang, Sufyardi Bahyul, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya baik dan membuka ruang bagi pers mahasiswa. “Saya senang sekali melihat pengurus AJI sekarang. Acaranya bagus dan juga melibatkan teman-teman mahasiswa. Kita tidak akan maju jika tidak melibatkan anak muda,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan jurnalis muda, khususnya pers mahasiswa, menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai jurnalisme kritis dan independen di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Melalui momentum ini, AJI Padang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemulihan Sumatera dengan perspektif jangka panjang, terutama dalam konteks krisis iklim, perubahan kebijakan lingkungan, serta penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan lingkungan.
Reporter: Alizah Fitri Sudira dan Zaki Latif Bagia Rahman
Editor: Oktavia Ramadhani







