
Padang, gentaandalas.com- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) kembali menggelar konsolidasi pada Sabtu (30/8/2025) di Kolam PKM UNAND. Konsolidasi ini dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas dengan tujuan menyatukan arah gerakan dan merespons isu kenaikan tunjangan anggota DPR yang dinilai sarat ketidakadilan.
Mahasiswa Fakultas Peternakan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Wildan Harahap, menegaskan bahwa keputusan pemerintah menaikkan tunjangan DPR menjadi pemicu utama aksi. “Kita sama-sama tahu kinerja DPR itu tidak terasa oleh masyarakat. Jadi sangat tidak adil jika tunjangan mereka dinaikkan,” ujar Wildan Sabtu (30/8/2025).
BEM KM UNAND menegaskan konsolidasi kali ini berbeda dengan aksi sebelumnya yang digelar sebagai bentuk solidaritas atas brutalitas aparat terhadap ojek online. Fokus utama mahasiswa kini adalah penolakan kenaikan tunjangan DPR dan evaluasi kinerja lembaga negara.
Rencananya, aksi lanjutan akan digelar di DPRD Provinsi Sumatera Barat pada Senin mendatang. Tuntutan mahasiswa meliputi evaluasi terhadap Badan Pengelola Keuangan Negara yang dianggap boros anggaran, pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset untuk menekan korupsi, serta penolakan sejumlah tunjangan DPR, termasuk tunjangan rumah, tunjangan kehormatan, dan keringanan pajak PPh. “Kita menuntut agar DPR kembali menjadi sejatinya wakil rakyat,” tegas Wildan.
Konsolidasi tersebut juga tak lepas dari pantauan aparat. Wildan menyebut intel dari Kodim sempat hadir sebelum acara dimulai dengan dalih menjaga kondusifitas. Ia menilai hal itu mencerminkan gerakan mahasiswa kerap berada dalam tekanan. “Sudah ada 700 lebih kawan mahasiswa di seluruh Indonesia yang ditangkap, hampir 10 orang meninggal, dan sekitar 190 lainnya luka-luka. Maka, kita tegas menolak tindakan represif aparat,” katanya.
Selain memperkuat internal kampus, BEM KM UNAND juga menjalin komunikasi dengan kampus lain dan elemen masyarakat. Mereka menyerukan agar masyarakat yang resah ikut turun ke jalan. “Sekarang kita melihat bahkan masyarakat yang biasanya apatis sudah mulai bersuara. Ini saatnya bergerak bersama,” ungkap Wildan.
Menteri Pergerakan Perempuan BEM KM UNAND, Intansyah Harahap, menilai konsolidasi ini efektif karena menghadirkan perspektif lintas fakultas. “Seperti isu kesehatan yang disampaikan oleh fakultas kedokteran yang akan ikut turun ke jalan menyuarakan isu-isu kesehatan nasional,” ujarnya, Minggu (30/8/2025). Menurutnya, forum ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengetahui dan mengangkat isu-isu lain yang penting disuarakan.
BEM berharap mahasiswa yang hadir dalam konsolidasi bisa menjadi motor penggerak, menyebarkan isu kepada kawan-kawan lain, serta berpartisipasi dalam aksi mendatang. Harapan jangka panjangnya, tuntutan mahasiswa benar-benar didengar pemangku kebijakan dan melahirkan solusi nyata bagi bangsa.
Reporter: Sabila Hayatul Dhi’fa dan Tantri Pramudita
Editor: Fadhilatul Husni