Padang, gentaandalas.com- Di tengah padatnya tuntutan kuliah, sejumlah mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) memilih jalan berbeda, bekerja sambil menempuh pendidikan. Langkah ini bukan sekadar mencari pengalaman, melainkan wujud kemandirian sekaligus cara untuk meringankan beban orang tua.
Mereka rela mengorbankan waktu bermain bersama teman sebaya demi bertahan, mandiri, dan membahagiakan keluarga. Di balik lelah yang dijalani, tersimpan kebanggaan karena mampu berdiri di atas kaki sendiri serta memberi arti lebih pada perjuangan menempuh pendidikan tinggi.
Salah satunya adalah Rafli Wahyu Ramdani, mahasiswa baru jurusan Akuntansi asal Bukittinggi. Sejak awal kuliah, ia memutuskan menjadi driver KoMah dan Maxim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Capek pasti ada, tapi kalau itu untuk menghidupi diri dan masa depan, harus tetap semangat,” ujarnya Selasa (26/8/2025).
Meski kehilangan banyak waktu bermain dengan teman sebaya, Rafli bangga bisa membiayai kuliahnya sendiri, bahkan sesekali membantu keluarganya. “Aku pernah beliin jajan buat adik dari hasil kerja ini. Walau sederhana, itu sangat berarti,” tambahnya.
Kisah serupa dialami FA, mahasiswa tingkat akhir yang tengah menyelesaikan skripsi. Ia juga memilih menjadi driver KoMah karena fleksibilitas waktu. “Kalau part time lain susah diatur waktunya, di sini bisa ambil orderan pas lagi kosong,” jelasnya. Meski sempat mendapat larangan orang tua saat bekerja di tempat lain, FA tetap bertahan. “Bangga pasti ada, karena lebih menghargai uang juga. Pernah ngasih uang jajan ke adik dari hasil kerja ini, rasanya senang banget.” ungkap FA Selasa (26/8/2025).
Sementara itu, Aza, mahasiswa semester tiga jurusan Sosiologi, menempuh jalan berbeda. Ia pernah bekerja di playground dan berjualan minuman demi membantu orang tua yang harus membiayai dua anak sekaligus. Namun niat baiknya tak selalu mendapat restu. “Itu momen paling berat, ketika niat membantu justru dianggap melawan,” katanya pada Selasa (26/8/2025).
Meski dengan pengalaman berbeda, ketiganya sepakat bahwa kuliah sambil bekerja memberi pelajaran berharga, lebih menghargai waktu, memahami sulitnya mencari uang, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus.
“Jangan pernah menyerah, ingatlah harapan orang tua yang ingin melihat kita sukses,” pesan Rafli.
“Semoga lelah ini berbuah manis,” tambah FA.
“Hidup itu nggak ada yang mudah, tapi keputusan yang kamu ambil hari ini sudah benar,” tutup Aza.
Reporter: Nasywa Luthfiyyah Edfa
Editor: Fadhilatul Husni