
Padang, gentaandalas.com- Gelanggang Medan Nan Bapaneh di Pujasera Taplau, Pantai Padang, dipadati pengunjung pada Sabtu malam (5/7/2025) dalam acara Nongkrong Kreatif, program mingguan Dinas Pariwisata Kota Padang yang menjadi wadah ekspresi seni dan budaya bagi generasi muda.
Mengusung konsep kolaborasi budaya dan seni, acara ini menampilkan beragam pertunjukan seperti Dis-Part Band, musisi jalanan, serta kesenian tradisional seperti Tari Piriang, Tari Lakuak Basikencak, dan Silek Tradisi. Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus merawat nilai-nilai budaya Minangkabau.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, menyatakan bahwa Nongkrong Kreatif mendukung program Jelajah Padang sekaligus menjadi wadah rutin bagi komunitas dan sanggar seni untuk tampil di ruang publik. “Banyak yang sudah latihan tapi bingung tampil di mana, inilah wadahnya,” ujarnya Sabtu (5/7/2025). Ia juga menyebutkan bahwa lokasi kegiatan dapat bergilir ke tempat lain seperti Pantai Padang atau Kota Tua jika kapasitas penonton meningkat.
Partisipasi aktif juga datang dari para seniman muda, anggota Unit Kesenian PNP, Stefania Sisraki Mikra Selina, yang menampilkan Tari Palinggang Padusi, mengaku bangga bisa tampil di acara ini. “Ini kesempatan besar bagi kami untuk berkarya di luar kampus. Semoga acara seperti ini terus berlanjut agar kami punya panggung untuk menunjukkan hasil latihan,” ujar Stefania pada Sabtu (5/7/2025).
Pengunjung dari komunitas UKS PNP, Nadia, menilai acara ini sangat bermanfaat untuk menyalurkan bakat anak muda. “Bisa menampilkan bakat mereka langsung di tengah masyarakat, jadi masyarakat tahu betapa kreatifnya generasi sekarang,” tutur Nadia Sabtu (5/7/2025).
Meski berjalan lancar, beberapa pengunjung menyampaikan masukan seperti perluasan akses parkir, peningkatan kenyamanan penonton, serta ajakan untuk melibatkan lebih banyak komunitas dan universitas.
Dengan suasana santai namun penuh makna, Nongkrong Kreatif menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi panggung inklusif yang mendukung perkembangan seni, budaya, dan kreativitas lokal secara berkelanjutan.
Reporter: Oktavia Ramadhani dan Zaki Latif Bagia Rahman
Editor: Fadhilatul Husni