• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 31 Agustus 2025
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
Home Berita

Terciptanya Era Masyarakat 5.0 dan Konsekuensinya Untuk Indonesia

oleh Redaksi
Sabtu, 18 September 2021 | 22:32 WIB
di Berita, Liputan
0
(Genta Andalas/Doc.Pribadi)
ShareShareShareShare

 

(Genta Andalas/Doc.Pribadi)Padang, gentaandalas.com  Perkembangan teknologi telah menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Cyber crime dan masyarakat 5.0 merupakan fenomena yang tumbuh akibat perkembangan teknologi yang semakin meningkat. Hal tersebut dikemukakan pada webinar dan diskusi publik Cilation: Cyber Law in Action yang dilaksanakan via Zoom meeting pada Sabtu (18/9/2021).

Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, Kasubid Analis Data Statistik Kriminal mengungkapkan bahwa era masyarakat 5.0 merupakan era dimana teknologi dikendalikan oleh masyarakat yang disebut sebagai era keterbukaan.

“Pada era keterbukaan masyarakatlah yang mengendalikan teknologi bukan sebaliknya. Hal Ini perlu dilakukan karena semakin tinggi teknologi maka semakin tinggi pula potensi timbul kejahatan baru,” ucap Bagus.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Didik farkhan Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Daskrimti), bahwa dalam setiap kemajuan teknologi akan memungkinkan segala jenis kepentingan dapat didigitalisasi, serta sistem yang rentan akan terjadinya kebocoran. Hal ini dapat terjadi akibat adanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan dunia digital.

“Kondisi digitalisasi yang serba online inilah yang memungkinkan informasi pribadi lebih mudah diretas, dan muncul kejahatan jenis baru,” ungkap Didik.

Bagus juga mengatakan pendidikan menjadi sektor penting untuk mempersiapkan Indonesia ke era 5.0. Hal ini sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tentunya juga harus didukung oleh infrastruktur yang memadai serta penggunaan teknologi dalam aktivitas belajar mengajar.

Indriyatno banyumurti, Program Manager CT Watch Indonesia juga menambahkan bahwa terdapat 4 hal yang harus dipersiapkan Indonesia menuju era masyarakat 5.0, mulai dari kesiapan untuk bekerja dengan data, mampu menciptakan kedaulatan teknologi di negara sendiri, regulasi yang mampu mengatur dengan baik perkembangan teknologi dan perilaku era masyarakat 5.0 serta untuk mampu beradaptasi perubahan budaya yang akan terjadi.

Reporter : M Bimo Setiawan Perdana Wilan dan Geliz Luh Titisari

Editor: Elvi Rahmawani

Label: mahasiswaunandUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa UNAND Siap Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

Mahasiswa UNAND Siap Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

Minggu, 31 Agustus 2025 | 09:35 WIB
Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

Kuliah, Kerja, dan Harapan: Kisah Mahasiswa UNAND Bertahan untuk Mandiri

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Potret Aksi Ribuan Massa Tuntut Reformasi Polisi

Potret Aksi Ribuan Massa Tuntut Reformasi Polisi

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:51 WIB
Driver Ojol Tewas Dilindas, Ribuan Massa Kepung Polda Sumbar

Driver Ojol Tewas Dilindas, Ribuan Massa Kepung Polda Sumbar

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:33 WIB
Kebebasan Akademik Terancam di Kampus

Kebebasan Akademik Terancam di Kampus

Kamis, 28 Agustus 2025 | 15:10 WIB
UNAND Resmi Buka Prodi Arkeologi, Satu-satunya di Sumbar

UNAND Resmi Buka Prodi Arkeologi, Satu-satunya di Sumbar

Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:16 WIB

TERPOPULER

  • Komah Hadir di Kampus, Customer Meningkat Pesat

    Komah Hadir di Kampus, Customer Meningkat Pesat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Komunitas Kucing UNAND dan Mister Puss Gelar Aksi Street Feeding

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • UNAND Resmi Buka Prodi Arkeologi, Satu-satunya di Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kebebasan Akademik Terancam di Kampus

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabut Bengkulu dan Tabuik Pariaman: Satu Sejarah Karbala, Dua Ekspresi Budaya Nusantara

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

Genta Andalas © 2025

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak