Beranda Gentainment Karya Calon Anggota

Wisuda III Unand, Masyarakat Berburu Rezeki

Salah seorang pembeli sedang melakukan interaksi dengan salah seorang pedagang di depan Gedung E Unand, Sabtu (24/8/2019). (Foto : Indah Ariesta Gusra)

gentaandalas.com- Wisuda III  Universitas Andalas (Unand) 2019 menjadi ladang bagi masyarakat untuk berburu rezeki, baik masyarakat sekitar Kampus Unand maupun masyarakat dari berbagai daerah di Kota Padang. Ada berbagai macam barang dagangan yang mereka jual, mulai dari makanan, minuman, buket bunga, hingga berbagai macam hadiah wisuda yang mereka jajakan di sekitar Auditorium Unand, Sabtu (24/8/2019).

Pedagang berbagai macam kado wisuda mempunyai sesuatu yang unik untuk memikat pembeli. Salah satunya adalah Des. Pedagang  boneka wisuda dan buket bunga ini memikat pembeli dengan cara  mengganti baju boneka tersebut dengan kain yang ia jahit sendiri.

“Saya mengganti pakaian boneka dengan kreasi kain yang saya jahit sendiri, sehingga perawakan dari boneka ini menjadi lebih bagus dan memikat pembeli,” kata Des.

Sebagian besar pedagang yang berjualan saat wisuda di Unand ini adalah para pedagang lama. Tidak saat wisuda saja, mereka juga berdagang saat ada acara lainnya.

“Keuntungan yang saya dapatkan saat wisuda sarjana ini mencapai Rp2.000.000,” ujar Des.

Jika dibandingkan dengan saat wisuda pascasarjana pada 23 Agustus lalu, para pedagang mengatakan bahwa mereka mendapatkan untung yang lebih besar saat wisuda sarjana.

Tidak ingin kalah saing, pedagang makanan ringan  dan minuman juga memiliki strategi dalam memikat pembeli. Mereka mengambil tempat untuk berdagang yang dekat dengan Auditorium, sehingga banyak dari pembeli yang singgah ke lapak mereka dan membeli barang dagangannya.

“Saya mengambil tempat berdagang di sini, karena banyak orang yang keluar masuk melalui jalur ini,” kata salah seorang pedagang makanan ringan dan minuman, Tia.

BACA JUGA:  Mahasiswa Baru Unand Ikuti Kegiatan GOM 2019

Berbicara soal tempat berdagang, Tia mengungkapkan, pedagang mendapatkannya dengan cara menginap selama satu malam di lingkungan Auditorium. Untuk hal ini, mereka harus melapor terlebih dahulu kepada satpam yang berada di lingkungan Auditorium. Setelah itu, mereka baru  mendapatkan izin untuk menginap di sana. Jika para pedagang tidak mengambil tempat terlebih dahulu dengan cara tersebut, maka muncul kekhawatiran pedagang tidak mendapatkan tempat.

“Untuk mendapatkan tempat berjualan di sini, saya menginap semalaman,” ungkap Tia.

Pedagang yang menginap satu malam di lingkungan Auditorium sebagian besar adalah pedagang lama. Hal ini dilakukan agar para pedagang tertib dalam berdagang.

“Kalau mau berdagang dengan aman, maka harus tertib dengan tidak mengambil tempat di parkiran motor maupun mobil,” tutur Tia.

Masalah tempat berdagang, Des mengatakan, pihak Unand tidak memungut biaya sepersenpun. Namun, petugas kebersihan yang bertugas membersihkan pekarangan Auditorium memungut uang kebersihan.

Lalu Des menjelaskan, untuk biaya kebersihan pemungut tidak menentukan patokannya. Biayanya seiklas pedagang yang memberikan saja.

“Jika saya tidak memiliki rezeki lebih, saya memberikan Rp5.000 pada mereka (petugas kebersihan). Jika saya memiliki rezeki  berlebih, saya memberikan Rp10.000,” jelas Des.

Tidak seperti biasanya, saat wisuda pascasarjana dan sarjana periode III Unand pada 23 Agustus dan 24 Agustus, tidak ada lagi petugas kebersihan yang memungut biaya kebersihan.

“Saat wisuda sebelumnya mereka memungut biaya ini. Saya bertanya-tanya kepada pedagang lain, mengapa tidak ada yang memungut biaya lagi, apakah karena Wisuda III Pascasarjana ini hanya sebentar?” tutur Des.

Reporter : Nurul ‘Ain dan Indah Ariesta Gusra

Editor : Nurul Pratiwi

Pilihan Editor

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here