Beranda Berita Werry: Utang Tidak Selalu Berdampak Buruk

Werry: Utang Tidak Selalu Berdampak Buruk

Werry Darta Taifur pada Tikar Politik Indonesia Darurat Hutang, Kamis (24/8/2017) di Kolam PKM Unand. (Foto: Misthafiyatillah)

gentaandalas.com- Secara empiris, cukup banyak negara yang berhutang menjadi negara maju dan cukup banyak juga negara yang berhutang semakin menderita. Faktanya, tidak ada negara di dunia yang bebas dari hutang. Begitulah yang diungkapkan oleh Werry Darta Taifur pada Tikar Politik Indonesia Darurat Hutang, Kamis (24/8/2017) di Kolam PKM Universitas Andalas (Unand) Padang.

15 Januari 1998 merupakan hari yang akan diingat oleh bangsa Indonesia sebagai kekalahan ditangan pilar ekonomi liberal dunia International Monetary Fund (IMF). Saat itu, Presiden Soeharto menandatangani Letter of Intent (LoI)  yang artinya Indonesia sudah berhutang sejak merdeka. “Utang terkait dengan belanja, pendapatan negara (APBN) dan kemampuan ekonomi negara yang bersumber dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan ekspor-impor dan perkembangan kurs, “ tutur mantan rektor Unand periode  2011-2015 ini.

Werry juga menuturkan utang negara terbagi atas dua komponen, yaitu utang pemerintah dan utang swasta. Dimana utang pemerintah dibagi dalam dua aspek, yaitu utang ke dalam negeri seperti Surat Utang Negara (SUN) dan hutang ke luar negeri biasanya untuk jangka waktu panjang seperti 20-30 tahun mendatang. Sedangkan, utang swasta (ke dalam negeri dan ke luar negeri) merupakan tanggung jawab penuh swasta melalui beberapa proses seperti aset.

Hutang tidak selalu membawa dampak buruk bagi suatu negara, akan tetapi memiliki dampak positif seperti meningkatkan pembangunan infrastruktur bagi negara berkembang dan menutupi kekurangan anggaran negara. Begitu juga halnya dengan Unand, dalam pembangunannya Unand berutang dengan World Bank. “Jika DPR tidak menaikkan belanja APBN, maka hutang negara bisa ditahan, karena DPR lah yang mengesahkan UU APBN Negara,” kata Werry.

Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Zoni mengungkapkan bahwa utang digunakan sebagai produksi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia terutama masyarakat perbatasan. Ia mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia jangan pernah takut untuk berutang tetapi melalui hal itulah kita mampu bangkit dan menciptakan saham.

Selain itu, Werry juga menuturkan bahwa negara bisa maju karena kebijakan. “Jika kebijakannya berkualitas, maka negara tersebut bisa maju dan perekonomian negaranya akan semakin membaik,” ujarnya.

Reporter  : Metria Indeswara dan Misthafiyatillah

Editor       : Rafikha Novita Sari

 

1 KOMENTAR

  1. Sayang sekali, konten tidak sinkron dg tema Darurat Hutang justru malah sebaliknya. Padahal seharusnya yg dibahas bagaimana kondisi terkini hutang negara saat ini. Bgmna situasi terkini perekonimian indonesia. Brp ambang batas negara boleh berhutang. Bla bla
    Saran sih

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here