Beranda Berita

Unand Terapkan Pencairan Bidikmisi Sekali Sebulan

 

Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand, Destrinita. (Foto : Doc. genta)

gentaandalas.com- Berbeda dari tahun sebelumnya, dimana bidikmisi keluar setiap 3 bulan, kali ini bidikmisi keluar Rp 650.000 setiap bulannya.Dana yang diblokir sebelumnya telah bisa diambil melalui rekening masing-masing yang sudah cair pada Kamis (1/11/2018).

Dana yang keluar pada awal November ini merupakan dana bidikmisi untuk bulan Oktober, sedangkan untuk November akan dibuka blokirnya pada Desember mendatang, dan Desember pada Januari. Hal itu disampaikan oleh Kepala Subkesejahteraan Mahasiswa Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian, Universitas Andalas (Unand), Destrinita, Jumat (2/11/2018).

Destrinita mengatakan untuk pencairan bidikmisi periode semester ini, mahasiswa menerima sebesar Rp 3.900.000/6 bulan dengan pemblokiran dana di rekening, sehingga mahasiswa Bidikmisi hanya bisa menarik uang di rekeningnya sebesar Rp 650.000/bulan. ‘’Hal ini merupakan kebijakan dari Kemenristekdikti,” katanya, Jumat (2/11/2018).

Kata Destrinita, berdasarkan data Kemenristekdikti, rata-rata mahasiswa bidikmisi di Indonesia langsung menghabiskan uang beasiswa dalam satu kali penarikan. Padahal, uang yang diberikan ini untuk biaya mahasiswa setiap bulannya. Oleh karena itu, Kebijakan ini diterapkan agar pemakaian dana bidikmisi lebih hemat dan efisien.

Menanggapi pencairan bidikmisi tersebut, Sari Depi Susanti, mahasiswa Hukum 2017 merasa sangat senang dengan kebijakan ini. Dana 650 ribu dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliah selama sebulan. ‘’Kita bisa membayar uang sewa kos di awal bulan, dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari selagi bisa berhemat. Dibandingkan kalau menerima tiga bulan sekali, saya rasa itu terlalu lama dan kadang uang tersebut sudah habis, bahkan di hari pertama pencairannya,” ujar Depi.

Sementara itu, Riko Agusdi, mahasiswa Ilmu Tanah 2018 mengatakan bahwa dia sedikit merasa kecewa dengan kebijakan ini, dikarenakan dari awal dia sudah memiliki rencana terhadap uang bidikmisi ini. ‘’Saya sudah merencanakan dari awal, kalau bidikmisi yang keluar untuk tiga bulan sekali, saya akan menggunakan uangnya untuk membayar sewa kontrakan untuk setahun kedepan. Namun, karena bidikmisi yang keluar adalah sebulan sekali, saya merasa kesulitan untuk mencari dana,” kata Riko.

Selain itu, pembukaan blokir bidikmisi yang keluar setiap bulan tersebut, tidak hanya berlaku untuk Unand saja, tetapi juga untuk semua universitas di Indonesia. Pencairan ini berlaku untuk semua angkatan di universitas. ‘’Untuk tahap selanjutnya apakah metodenya akan tetap seperti ini, kita menunggu kabar dari kemenristekdiktdi,” kata Destrinita.

Reporter : Mita Mailini
Editor : Juni Fitra Yenti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here