Beranda Berita

Unand Tandatangani Nota Kesepahaman dan Bangun Pusat Studi Anti Korupsi

Penandatanganan nota kesepahaman dalam seminar pemberantasan korupsi dan perluasan integritas melalui pencegahan dan pengendalian konflik kepentingan di Convention Hall Unand, Selasa (26/9/2017). (Foto: Humas Unand)

gentaandalas.com- Universitas Andalas (Unand)  menandatangani nota kesepahaman (Mou dengan Transparency Internasional Indonesia (TII) di Convention Hall Unand Selasa, (26/9/2017). Ada tiga hal utama yang akan dilakukan Unand dalam nota kesepahaman. Pertama membenahi agar tidak terjadinya konflik kepentingan dalam hal upaya penerimaan sumber daya manusia (SDM), dosen dan tenaga kerja. Kedua membenahi konflik kepentingan dalam seleksi penerimaan mahasiswa. Ketiga pengadaan barang dan jasa yang dikomandoi langsung oleh rektor Unand, tetapi dibawah komando tersebut juga ada Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO).

Direktur PUSaKO Fakultas Hukum Unand Feri Amsari mengatakan ada 10 ruangan yang akan dibenahi Unand, tetapi tentu saja tidak seluruhnya dikerjakan Unand sampai setahun kedepan. “Akan ada sistem yang terbangun dan perbaikan untuk kedepannya. Permasalahan kedepannya dianggap sebagai bagian dinamika pembenahan kampus,” ujarnya.

Baca: Isu Konflik Kepentingan di Perguruan Tinggi

Feri menuturkan bahwa kampus bekerjasama dengan KPK dalam banyak hal, termasuk transparansi. Salah satu yang sudah bergulir adalah pembangunan pusat-pusat studi yang merangsang upaya pemberantasan korupsi, misalnya pusat studi infrastruktur dan salah satu kegiatannya adalah gagasan anti korupsi. “Salah satu yang ditinjau oleh pusat studi yaitu ada tidaknya korupsi di bangunan ini. Misalnya pusat studi kesehatan yang dianalisa, program BPJS nya ada korupsi atau tidak,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan menggagas seluruh fakultas menjadi basis pusat studi anti korupsi, tidak hanya Fakultas Hukum, tetapi mulai masuk membangun pusat studi yang lebih beragam yang visinya satu. Feri berjanji tidak hanya melibatkan internal kampus, tetapi juga kepolisian, kejaksaan, serta mahasiswa Unand dalam mendengarkan aspirasi dan meminta mahasiswa menceritakan bagian mana saja kampus yang perlu dibenahi, kemudian juga melibatkan masyarakat.

“Unand dibawah komando rektor berupaya untuk tidak mencari musuh baru, tetapi teman baru agar sama-sama memajukan Unand. Kami juga sudah buktikan Unand adalah salah satu garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi, tidak hanya di Sumatera barat (Sumbar) tetapi juga di Indonesia,” tuturnya.

Nota kesepahaman ini dihadiri oleh Sekjen TII, Juru Bicara Biro Humas KPK Sumbar, Rektor Universitas Airlangga dan rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diwakili oleh pimpinan Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Unhas, serta ketua senat akademik dan pimpinan PTN, PTS di Sumbar.

 

Reporter : Juni Fitra Yenti

Editor      : Endrik Ahmad Iqbal

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here