Beranda Berita Liputan

Unand Semakin Dekat dengan PTN-BH

Masyurdin, Ketua TIM PTN-BH Unand saat Coffee Morning bersama media massa di Ruang Rapat Pimpinan Unand, Selasa (17/09/2019). (Foto: Vivi Oktaviani)

gentaandalas.com- Perubahan status Universitas Andalas (Unand) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 88 tahun 2014 yang mengatur tentang perubahan perguruan tinggi negeri menjadi perguruan tinggi berbadan hukum. Tidak semua perguruan tinggi diprakasai atau diusulkan oleh kementerian untuk berubah status menjadi PTN-BH.

Ketua Tim PTNBH Unand Mansyurdin mengatakan bahwa Unand sebelumnya telah dinilai berdasarkan akreditasi institusi dan klaster, dan dirasa mampu oleh menteri untuk berubah status dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi PTN-BH.

“Tahun 2015 sudah ada tiga perguruan tinggi yang diprakarsai oleh menteri, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Andalas,” kata Mansyurdin saat Coffee Morning bersama media massa di Ruang Rapat Pimpinan Unand, Selasa (17/09/2019).

Mansyurdin menjelaskan bahwa setelah adanya prakarsa dari menteri, maka dilanjutkan dengan pengusulan PTN-BH Unand ke kementerian. Sempat tertunda di tahun 2016-2017, Unand kembali melanjutkan penyusunan berkas pengusulan di tahun 2019. Dalam prosesnya, kemudian diadakan evaluasi kinerja perguruan tinggi oleh lembaga independen dari Kemenristekdikti. Setelah itu barulah bisa didapatkan status PTN-BH.

Saat ini Unand sudah menyiapkan sekitar 60% syarat untuk menjadi PTN-BH. Mulai dari evaluasi diri, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), pembuatan statuta PTN, sebelum akhirnya menuju  masa peralihan. Tim PTNBH Unand akan meyerahkan berkas pengusulan pada bulan Oktober 2019 ini.

“Insyaallah pada tahun 2020 Unand akan ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum,” kata Mansyurdin.

Namum setelah nantinya menyandang status PTN-BH, Unand tidak langsung jalan sepenuhnya langsung sebagai PTNBH, tetapi ada masa transisi yang diberikan selama dua hingga 3 tahun untuk memenuhi sebagaimana yang disyaratkan.

“Ada masa transisi sekitar dua sampai 3 tahun. Paling lama lima tahun lah. Jika ada yg belum tercapai selama masa itu, misalnya kewajiban Unand untuk mendapatkan penghasilan 100 milyar per tahunnya,  maka Kemenristekdikti akan memerintahkan untuk mengadakan perbaikan,” ujar Mansyurdin.

Ia menuturkan ini merupakan tantangan bagi semuanya, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, dan semua stakeholder Unand. Tidak hanya mahasiswa, bahkan dosen pun perlu diberi pemahaman tentang ini, bahwa PTNBH untuk peningkatan kualitas pendidikan, bukan menjadi suatu beban bagi mahasiswa dan masyarakat.

Saat ini kendala Unand adalah penyelenggarakan Tridharma PT yang bermutu, termasuk di dalamnya akreditasi institusi, prodi, publikasi, dan prestasi  mahasiswa. Selain itu, pemenuhan standar minimum kalayakan finansial juga masih menjadi PR besar bagi Unand. Selain itu, evaluasi diri juga sulit karena harus menggali data dari Unand semuanya, mengenai kelebihan, kekurangan, peluang maupun tantangan yang sedang dihadapi oleh Unand.

Reporter : Vivi Oktaviani dan Zurriati Fadilla

Editor : Ramadanil Fajri

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here