(Genta Andalas/Doc.Pribadi)

Padang, gentaandalas.com- Universitas Andalas (Unand) merencanakan pelaksanaan kuliah tatap muka setelah berakhirnya Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor (WR) I Unand, Mansyurdin saat hendak meninggalkan acara pembukaan Program Vaksinasi Massal, Operasi Gratis Bibir Sumbing, dan Celah Langit-langit di Rumah Sakit (RS) Unand pada Sabtu (18/9/2021).

“InsyaAllah setelah UTS semester ini, karena Covid-19 sudah melandai dan persiapan kuliah sudah banyak,” ungkap Mansyurdin saat diwawancarai Genta Andalas, Sabtu (18/9/2021).

Mansyurdin menambahkan bahwa pembahasan mengenai kuliah luring akan dirapatkan kembali pada Senin nanti. Sehingga kepastian mengenai kuliah luring akan dikonfirmasi kembali setelah rapat bersama Rektor. Rencana pelaksanaan kuliah luring atau tatap muka tidak diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa, melainkan hanya untuk mahasiswa tahun kedua dengan pertimbangan mahasiswa tahun kedua belum pernah ke kampus. Sedangkan untuk mahasiswa tahun pertama belum bisa mengikuti kuliah luring dikarenakan pertimbangan biaya yang besar, semisal ada yang perlu membayar uang pengembangan institusi di tahun pertama kuliah.

Untuk mengikuti kuliah tatap muka, mahasiswa diwajibkan untuk divaksin terlebih dahulu. Lebih lanjut, Mansyurdin memastikan Unand akan bertanggungjawab jika terdapat temuan kasus positif dalam penerapan kuliah luring nantinya.

“Kapasitasnya 50 persen mahasiswa yang hadir, itu hal yang perlu diperhatikan. Rencananya begitu kata Pak Rektor,” jelas Mansyurdin.

Terkait persiapan fasilitas dan protokol kesehatan, Mansyurdin menyatakan Unand berpatokan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. “Ruang tidak boleh tertutup, jaga jarak, kemudian prinsip 5M, dan ada wastafel. Untuk ruang sistem pengawasan atau control checking dan segala macam kita punya rumah sakit, jadi tidak masalah,” tambah Mansyurdin.

Menanggapi rencana kuliah luring, Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2021 Sanniyah Yesindi menginginkan juga kuliah dilakukan secara tatap muka. “Lebih baik tatap muka. Kalau daring begini, susah memahami materi kuliah dan kadang ada gangguan jaringan dan sinyal,” ungkap Sanniyah saat diwawancarai Genta Andalas pada Sabtu (18/9/2021).

Senada dengan Sanniyah, Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan angkatan 2020  Ririn Thalita merasa senang ketika mengetahui rencana kuliah luring, asalkan keadaan sudah memungkinkan dan kampus sudah siap. “Kalau keadaan Covid-19 setelah UTS ini sudah lebih baik, dan kampus juga sudah siap untuk luring, saya setuju. Jika belum memungkinkan, mungkin sebaiknya tidak dipaksakan untuk luring,” tutupnya.

 

Reporter: Afdal Hasan dan Dian Mardhiyyah

Editor: Natasya Salsabilla Festy

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here