(Foto: Dokumentasi Genta Andalas, Diambil Sebelum Pandemi Covid-19)

Padang, gentaandalas.com- Universitas Andalas (Unand) akan menerapkan kuliah luring terbatas berdasarkan keputusan rapat pimpinan yang digelar pada Senin, (20/9/2021). Keputusan tersebut mulai dilaksanakan setelah Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil 2021/2022 berakhir.  Wakil Rektor (WR) I Unand, Mansyurdin mengatakan teknis dan penyusunan jadwal kuliah luring terbatas akan dibahas lebih lanjut.

“Formulanya belum ada, kita bahas dulu dengan Wakil Dekan (WD) I untuk  soal teknis, LPTIK, dan tim terkait penyusunan jadwal,” kata Mansyurdin saat diwawancarai Genta Andalas, Selasa (21/9/2021).

Mansyurdin menjelaskan, pendataan vaksinasi seluruh sivitas akademika setiap fakultas akan dilakukan terlebih dahulu. Khusus mahasiswa, izin orang tua menjadi syarat kedua untuk mengikuti perkuliahan tatap muka sesuai arahan Kementrian Riset dan Teknologi.

“Jika tidak diizinkan orangtua, berarti mahasiswa tersebut akan daring. Begitu juga dengan tendik dan dosen apabila memiliki gejala terinfeksi Covid-19 atau usia lanjut,” jelas Mansyurdin.

Mansyurdin menyarankan kepada para pimpinan Unand untuk hanya mengizinkan mahasiswa tahun kedua saja yang mengikuti kuliah luring ini dengan kapasitas kelas maksimum 50 persen. Berlangsung secara hybrid, sebanyak 50 persen mahasiswa mengikuti kuliah luring pada satu minggu pertama, dan akan kuliah daring pada minggu kedua. Begitu seterusnya secara bergantian, berlaku per kelas mata kuliah.

Selain itu, Mansyurdin menambahkan Unand hanya perlu melapor untuk memulai kuliah luring terbatas dengan berbagai persiapan. Ia mengatakan beberapa fakultas dengan kondisi tertentu akan diberikan otonom dalam memilih mahasiswa yang diizinkan mengikuti kuliah tatap muka berdasarkan tahun angkatan.

Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia angkatan 2021 Nur Amirah Husna menganggap rencana tersebut tidak adil karena ia sudah mempersiapkan banyak hal untuk kuliah luring. “Bahkan saya juga sudah berencana ngekos. Jika angkatan 2021 tidak kuliah offline, itu sangat mengecewakan, terutama saya,” ujar Amirah.

Senada dengan Amirah, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah angkatan 2021 Widy Delona juga tidak setuju jika kuliah luring hanya diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2020. “Semoga angkatan  2021 juga bisa kuliah  hybird. Tapi yang paling penting  memang prasarana Unand sendiri  sudah  harus siap dulu,” kata Widy.

Selain itu, pelaksanaan wisuda juga diperkirakan berlangsung secara tatap muka terbatas. “Kita lihat dulu pekembangan Covid-19 ini. Prediksinya hanya membatasi keluarga yang hadir, atau bisa berkaitan dengan syarat wisuda. Belum dibicarakan,” kata Mansyurdin.

 

 

Reporter: Afdal Hasan dan Ade Selvia

Editor: Natasya Salsabilla Festy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here