Beranda Berita

UKM PHP Unand Adakan Diskusi Publik Terkait UKT

Diskusi Publik yang diadakan oleh UKM PHP Unand di lapangan parkir Gedung E Universitas Andalas (Unand), Kamis, (7/2/2019).

gentaandalas.com- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengenalan Hukum dan Politik (PHP) menyelenggarakan diskusi publik bertema “UKT Riwayatmu Kini” di lapangan parkir Gedung E Universitas Andalas  (Unand), Kamis, (7/2/2019).

Diskusi publik tersebut, berkaitan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang dirasa tidak sesuai dengan kemampuan finansial keluarga dari mahasiswa. Hal ini diungkapkan Firmatus Hia selaku Ketua UKM PHP Unand.

“Yang terjadi sekarang, ada beberapa mahasiswa yang mendapatkan level UKT tinggi yang tidak sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya.

Sebelumnya telah dilakukan audiensi tentang penurunan UKT dengan Wakil Rektor II pada 11 Januari lalu.”Kita sudah melakukan audiensi dengan WR II, namun tidak diperbolehkan. Alasannya Unand butuh dana,” lanjutnya dalam diskusi publik tersebut.

Nurul Fajri, selaku pemohon yang turut serta saat membahas UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi khususnya pada pasal mengenai UKT pada tahun 2012 lalu. Ia menyatakan bahwa UKT bukanlah salah satu pendanaan yang diterima oleh perguruan tinggi untuk penyelenggaraan pendidikan.

“Sebenarnya UKT yang dibayarkan tersebut tidak sepenuhnya mampu mencukupi biaya operasional pendidikan. Sehingga membutuhkan pendanaan lain,” tuturnya kepada peserta diskusi publik.

Fajri juga menyatakan bahwa beberapa perguruan tinggi seperti UGM, Unand, USU, dan lain-lain, sejak tahu 2013 sudah mempermasalahkan UKT tersebut. Namun, ia membalikkan pertanyaan kepada peserta, apakah pelaku yang salah atau penerapan kebijakan dalam hal UKT ini.

“Yang salah itu pelaku dalam menentukan tarif pembayaran atau memang kebijakan UKT sendiri yang salah,” katanya. Menurutnya, jika sistem yang salah, maka sistem tersebut harus diganti.

Selain itu, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia yang masuk melalui jalur mandiri 2016, Ihsanul Alfuadi mengatakan bahwa sebenarnya ia merasa cukup dengan fasilitas yang ia dapatkan selama ini. Hanya saja untuk mahasiswa baru 2018 jalur mandiri, pembayaran UKT meningkat.

“Kalau diposisikan, tidak cukup sebanding dengan dana dan fasilitas yang didapatkan,” katanya.

Reporter: Nadya Satya Dilova dan Sukma  Hayati

Editor: Juni Fitra Yenti

1 KOMENTAR

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here