Beranda Berita

Tiga Pimpinan PTN di Sumbar Monitoring Ujian SBMPTN

 

Pimpinan Unand, UNP dan ISI menuju tempat pelaksanaan SBMPTN di UNP, Selasa (8/5/2018). (Foto: Qudwatun Nisaa)

gentaandalas.com- Rombongan pimpinan Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang melakukan monitoring pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk melihat proses pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC), Selasa (8/5/2018).

Kunjungan tersebut dimulai dari Labor GIS yang berada di Gedung Rektorat UNP lantai tiga untuk melihat proses ujian UTBK, kemudian rombongan pimpinan melihat proses pendaftaran ulang Mahasiswa Baru (Maba) yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Gedung Auditorium UNP. Setelah itu dilanjutkan menuju Gedung C kampus Unand di Limau Manis untuk melihat peserta disabilitas yang mengikuti ujian, dan kemudian monitoring dilanjutkan ke SMA 1 padang.

Rektor Unand Tafdil Husni menyebutkan tidak ada kendala dalam pelaksanaan ujian SBMPTN. Dari data yang diberikan terdapat 10 peserta disabilitas dan peserta tersebut diberikan perlakuan khusus. WR I Unand Dachriyanus menyebutkan enam diantara peserta disabilitas membutuhkan bimbingan saat ujian, dua orang tidak butuh bimbingan dan dua lainnya tidak dapat dihubungi sehingga tidak dapat mengikuti ujian. “Kita menyiapkan tempat, ruangan dan pengawas khusus untuk mereka,” katanya.

BACA JUGA:  Satu Hari Menjelang SBMPTN, Kartu Parkir Tidak Diberlakukan

Pemerintah mengatur penerimaan SBMPTN untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) minimal 30%, sementara serapan Unand dan UNP untuk SBMPTN sebanyak 40%. Dalam pelaksanaan SBMPTN tahun ini, total peserta di Unand dan UNP yang melaksanakan UTBK sebanyak 960 peserta, dikarenakan adanya keterbatasan komputer.Rektor UNP Ganefri berharap ke depan lebih banyak kuota untuk mengikuti UTBK, namun sekarang  juga dilaksanakan uji coba ujian menggunakan android di Universitas Padjajaran (Unpad).

“Kalau ini sukses setelah dilakukan evaluasi, mungkin ke depannya bisa menggunakan android dan dibuatkan standarnya,” katanya.

BACA JUGA:  Petugas Satpam Sebut Parkiran Unand Terpantau Aman

Tahun ini, kata Ganefri, jumlah peserta Bidikmisi meningkat sekitar 15% dari tahun sebelumnya. Ini merupakan kecenderungan yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), pengusung Bidikmisi terbanyak di luar jawa adalah Sumbar berdasarkan data tahun 2017. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan karena anak yang kurang beruntung dari sisi ekonomi berkeinginan melanjutkan studi terus meningkat atau sebaliknya anak-anak kurang mampu semakin banyak.

Disisi lain Rektor ISI Padang Panjang  Novesar Jamarun mengatakan peserta yang memilih program studi di ISI Padang Panjang harus mengikuti ujian keterampilan seperti kesenian dan olahraga yang akan dilaksanakan tanggal 9 dan 11 Mei di kampus ISI Padang Panjang. “Peserta diwajibkan untuk ujian keterampilan, sementara hal lainnya sama seperti SBMPTN pada umumnya,” kata Novesar.

Reporter: Endrik Ahmad Iqbal dan Qudwatun Nisaa

Editor: Pitnia Ayu Saputri

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here