Beranda Berita Tetap Cantik Meski Banyak Aktivitas

Tetap Cantik Meski Banyak Aktivitas

General Manager Kimia Farma, Putri dalam acara yang diadakan Kopma Unand di Convention Hall Unand, Minggu (4/2/2018). (Foto: Rani Aprianti)

gentandalas.com– Mahasiswa sering kali beraktivitas di luar ruangan. Terkadang mahasiswa jarang memperhatikan kesehatan dan kecantikan kulit sehingga menimbulkan masalah pada kulit, salah satunya adalah kulit kusam. Dalam seminar bertajuk “Menggapai Kesuksesan Melalui Wirusaha, Kesehatan dan Kecantikan” yang dilaksanakan Kopma Unand, General Manager Kimia Farma, Putri menjelaskan bahwa cantik dan sehat itu harus seimbang.

Cantik itu mahal, kata Putri, karena menjaga kesehatan kulit itu penting sebagai salah satu investasi masa depan. Ia menyebutkan rajin menjaga kebersihan dan  kecantikan kulit dengan makan makanan yang sehat dan bergizi, serta rajin berolahraga adalah hal yang bagus untuk dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan adalah menggunakan produk kecantikan yang aman dan cocok untuk kulit sendiri.

  Beri Kuliah Umum, Sri Mulyani Jelaskan tentang Perekonomian Indonesia

“Produk kecantikan yang digunakan itu harus sesuai dengan kulit, orang asia ya seharusnya pakai produk dari asia. Jangan asal pakai produk endors dari luar mentang-mentang negara pengekspornya banyak orang yang cantik,” kata Putri di Convention Hall Unand, Minggu (4/2/2018).

Putri juga menekankan pentingnya sikap waspada dalam memilih produk kecantikan kulit. Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih produk kecantikan yang aman. Pertama adalah produk tersebut sudah resmi tercatat dalam Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan komposisi produk tersebut sudah menambahkan versi bahasa Indonesia. Kedua, penting untuk melihat tanggal kadaluarsa dari sebuah produk. Sebab produk yang sudah kadaluarsa apabila digunakan akan menjadi racun bagi tubuh.

  Kopma Unand Dijarah Maling

Produk-produk yang tidak tercatat dalam BPOM, lanjut Putri, telah ditarik oleh pemerintah sejak tahun 2014. Namun masih ada para pedagang yang menjual produk berbahaya tersebut. Oleh sebab itu, konsumen harus cerdas terhadap diri sendiri, agar tidak mudah percaya begitu saja pada produk kecantikan yang dijual bebas di media sosial terlebih yang dijual secara ilegal.

“Banyak produk yang dijual di media sosial bukan produk original. Cara membedakannya adalah memperhatikan bahan yang digunakan untuk membuat produk tersebut dan memperhatiakan ada tidaknya label halalnya,” kata Putri.

Reporter : Endrik Ahmad Iqbal dan Rani Aprianti

Editor : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here