Beranda Aneka Ragam Resensi Teror Sang Badut

Teror Sang Badut

Identitas Buku

Judul                  : It

Rilis                    : 8 September 2017

Produksi             :

-New Line cinema

-Ratpac-Dune Entertaiment

-Vertigo Entertainmen

-Lin Pictures

-KatzSmith Production

Distribusi            : Warner Bros Picture

Durasi                : 135 menit

Resensiator         : Suci Addina Islamy

Badut selalu identik dengan seorang yang suka menghibur anak-anak dengan polesan bedak tebal diwajahnya, berpakaian aneh, dan fasih memperagakan mimik-mimik lucu yang dapat membuat orang-orang tertawa. Namun, dalam film It yang diadaptasi dari novel Stephen King yang terbit di tahun 1986, badut diidentikkan dengan suasana horor dan menegangkan.

Film bergenre horor, supernatural dan thriller psikologis yang disutradarai oleh Andres Muschietti ini sebelumnya pernah diangkat dalam versi mini series pada tahun 1990. Kemudian pada 8 September lalu resmi ditayangkan dalam versi layar lebar di Indonesia.

It menceritakan tentang hilangnya anak-anak yang ada di kota Derry, Maine. Hilangnya anak-anak tersebut berawal pada bulan Oktober 1988, ketika itu seorang remaja bernama Bill memberikan sebuah perahu kertas untuk adiknya Georgie. Bill membiarkan Georgie memainkan perahu tersebut di tengah hujan, Georgie memainkan perahu kertasnya di sepanjang selokan dengan air yang cukup deras, namun tiba-tiba perahu kertasnya masuk ke dalam selokan. Georgie mencoba mengambil kembali perahu tersebut dan mendapati badut  dalam selokan itu. Badut tersebut mengenalkan dirinya sebagai “Pennywise the Dancing Clown”. Ketika itu, sang badut merayu Georgie untuk mendekat dan menawarkan perahu Georgie. Saat Georgie mengulurkan tangan untuk mengambil perahu kertasnya, seketika badut itu menyeret Georgie ke selokan dan menghilang.

Hilangnya Georgie membuat orangtuanya berduka. Bill yang dihantui oleh hilangnya Georgie beranggapan dan percaya bahwa adiknya tersebut masih hidup. Ia mengajak teman-temannya untuk menyelidiki hal tersebut. Mereka berjumlah tujuh orang dan menyebut diri mereka sebagai “The Loser’s Club”, karena mereka semua sadar kalau mereka tengah diteror oleh hal yang sama. Bill, Eddie, Richie, Stanley, Ben, Beverly, dan Mike yang merupakan anggota “The Loser’s Club” masing-masing telah mengalami fenomena-fenomena mengerikan dalam berbagai bentuk. Seperti badut yang mengancam, anak laki-laki tanpa kepala, sumber darah, manusia yang membusuk, lukisan hidup yang menyeramkan, orang yang terbakar hidup-hidup, hingga hantu Georgie.

Tokoh antagonis dalam film ini adalah Pennywise (disebut “it” oleh The Loser’s Club), seorang badut yang meneror anak-anak yang ada di Derry dengan merubah penampilan menjadi sesuatu yang paling mereka takuti. Badut iblis ini bangun setiap 27 tahun untuk memakan anak-anak di kota Derry sebelum kembali hibernasi. Jika dicermati lagi, dalam film yang bertemakan ketakutan dan kematian ini, sang badut Pennywise memiliki karakter yang dimotivasi oleh kelangsungan hidupnya. Dengan membunuh, ia dapat tetap hidup dalam imajinasi anak-anak.

Cerita yang disajikan dalam film ini mengalir dengan baik dan menarik. Film ini juga cukup memberikan jeda kepada penonton, sebelum sang badut kembali meneror dengan berbagai bentuk yang menyeramkan. Dalam film yang berdurasi 135 menit ini, teror sang badut sudah dimulai sejak awal film. Hal ini membumbui film sehingga terasa menegangkan dan membuat penonton lebih penasaran.

Meskipun cukup banyak adegan-adegan sadis dan bahasa-bahasa yang kasar, namun hal inilah yang membuat genrenya lebih tergambarkan dengan jelas dibandingkan dengan versi mini seriesnya pada tahun 1990. It 2017 ini memiliki tampilan visual yang lebih bagus sehingga adegan-adegannya terkesan lebih nyata dan mencengkam.

Walau bergenre horor, di dalam film ini juga diselipkan sebuah kisah cinta dan persahabatan, serta banyak emosi-emosi indah yang cukup menenangkan penonton ditengah ketegangan adegan. Film ini patut ditonton oleh pecinta film horor, karena plot ceritanya akan membawa kita berimajinasi dan terasa benar-benar mengalami teror-teror sang badut.

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here