Beranda Berita

Tak Kunjung Cair, Mahasiswa Bidikmisi Terpaksa Ambil Jatah Kuliah

Logo Ristekdikti

gentaandalas.com- Dana Bidikmisi yang hingga saat ini tidak kunjung cair, berdampak besar bagi mahasiswa penerima Bidikmisi itu sendiri. Harapan akan menerima uang di awal bulan September memberikan kekecewaan bagi sebagian mahasiswa, nyatanya hingga saat ini, dana tersebut belum juga pasti kapan akan dicairkan.

Sulitnya ekonomi membuat mahasiswa menggantungkan hidupnya dari uang Bidikmisi, seperti biaya makan, kos, transportasi, hingga tugas-tugas kuliah yang membutuhkan uang yang banyak, mengharuskan mahasiswa memutar otak untuk mencari uang tambahan. Misalnya Ilham dari Jurusan Sastra Indonesia, yang saat ini sedang berada di kampung halaman menunggu pencairan dana Bidikmisi tersebut, karena ia sudah tidak memiliki uang untuk menunjang kehidupan di Padang.

“Mungkin saya akan ambil jatah selama seminggu, karena jika saya tetap kuliah, nggak tahu mau makan apa, duit saja nggak punya. Kalau di kampung masih bisa makan,” katanya dengan suara rendah dan kecewa kepada kru Genta Andalas, Senin, (17/9/2018).

Ilham sangat berharap agar pencairan Bidikmisi tersebut segera terlaksana. Ia sempat bekerja di waktu libur, namun saat perkuliahan dimulai, ia memutuskan berhenti bekerja dan fokus dengan kuliah agar nilainya aman. Ilham mengatakan, bahwa Bidikmisi akan ia gunakan untuk membayar uang kos yang sudah menunggak, serta membayar hutang-hutangnya kepada kawan-kawannya yang sering ia pinjami uang selama menunggu Bidikmisi.

BACA JUGA:  UKOS Adakan Dekan Cup Fakultas Ilmu Budaya Unand

“Rasanya hutang saya sudah hampir lima ratus ribu. Saya merasa sangat segan kepada kawan-kawan yang uangnya saya pinjam, inginnya segera melunasi, tapi mau bagaimana lagi, Bidikmisi belum juga cair,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan Ilham, mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional, Istifa Rohani, juga sangat berharap agar dana Bidikmisi segera keluar, karena banyak kebutuhan mendesak yang harus segera dibelinya. “Saking berharapnya Bidikmisi keluar, saya bahkan hampir tiap saat mengecek saldo, siapa tahu dananya sudah masuk rekening,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Iffah ini.

Untuk menghemat pengeluarannya, Iffah biasanya selalu membawa bekal ke kampus, ia juga mengandalkan bus kampus sebagai alat transportasi. Selain itu, ia merasa beruntung, karena umumnya tugas kuliahnya dikirim lewat E-mail. “Alhamdulillah, kalau ada tugas dosen mintanya softfile, jadi nggak perlu nge-print lagi. kalau untuk buku, saya biasanya download yang berbentuk Pdf, kan di Unand ada wi-fi, jadi lebih hemat deh,” ujarnya.

Kekecewaan akan lambatnya pencairan Bidikmisi juga dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2015, Yolanda. Ia begitu menyanyangkan dana Bidikmisi yang tak jua cair. Ia berharap agar universitas maupun Kementrian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) lebih memikirkan lagi nasib mahasiswa yang sangat bergantung pada Bidikmisi. Sebab, sudah banyak mahasiswa yang harus berhutang demi memenuhi kebutuhannya selama Bidikmisi belum cair.

BACA JUGA:  Pindahkan Jadwal Ujian, Unand Laksanakan UAS pada Minggu Tenang

“Sejauh ini saya memang masih memiliki sedikit tabungan. Saya juga tinggal bersama ibu saya, jadi bisa lebih hemat karena nggak perlu bayar uang kos. Tetapi saya nggak mau memberatkan ibu saya, terlebih ayah saya sudah meninggal dunia. Sayang saja, kenapa Bidikmisi begitu lama keluarnya,” katanya.

Dari informasi yg pernah dihimpun Genta Andalas, Destrinita menyebutkan Unand telah melakukan validasi di Jakarta, namun hal yg dibicarakan lebih menyoal tetang kebijakan pengeluaran Bidikmisi. Destrinita berharap agar mahasiswa lebih bersabar lagi. Dana Bidikmisi merupakan bantuan yang langsung dari pusat, sehingga pihak universitas tak bisa ikut campur dalam waktu pencairannya.

“Dana itukan langsung dari pusat, masuk ke rekening mahasiswa, kami tidak bisa apa-apa. lagi pula belum ada kampus lain yang sudah keluar dana Bidikmisinya. Insyaallah, akhir bulan ini keluar dana itu,” katanya.

Reporter : Rani Aprianti

Editor : Ivonyla Krisna

1 KOMENTAR

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here