Beranda Berita Liputan

Tak Buat Surat Permohonan, Mahasiswa Bidikmisi Unand Angkatan 2015 Terancam BSS

gentaandalas.com- Mahasiswa Bidikmisi Universitas Andalas (Unand) angkatan 2015 diwajibkan membuat surat permohonan yang ditujukan kepada rektor Unand. Surat tersebut menyatakan mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 tidak dapat menyelesaikan studi sesuai dengan ketentuan Bidikmisi yang telah ditetapkan Kemenristekdikti dengan menyatakan alasannya.

Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand Destrinita mengatakan jika mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 tidak membuat surat permohonan, maka portal akademik terancam diblokir dan tidak dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).

“Mahasiswa yang tidak mau mengisi surat permohonan tidak apa-apa, paling KRSnya tidak bisa diisi. Kalau tidak isi KRS lewat dari tanggal yang ditetapkan ya BSS. Mahasiswa yang BSS urus skripsi tidak bisa, temui dosen untuk bimbingan juga tidak bisa,” ujar wanita yang kerap disapa buk Ing ini di ruang Kemahasiswaan, Senin (15/7/2019).

BACA JUGA:  Maba Unand Lakukan Aktivasi Anggota Pustaka

Destrinita menjelaskan sudah sejak dua minggu yang lalu mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 mulai mengumpulkan surat permohonan. “Saat ini sudah lebih dari 500 mahasiswa yang mengumpulkan,” kata Destrinita.

Surat permohonan Bidikmisi, kata Destrinita, dikumpulkan paling lambat hari terakhir pengisian KRS. “Kalau tidak bisa juga diisi KRSnya segera lapor, kalau sudah lewat tanggal saya tidak mau bantu,” ucap Destrinita.

Senada dengan Destrinita, Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi, Infromasi, dan Komunikasi (LPTIK) Hendra Gunawan mengungkapkan mahasiswa yang sudah mengumpulkan surat permohonan akan dicek satu-satu, lalu portal akan dibuka dan mahasiswa bisa mengisi KRS.

“Kalau sudah mengumpulkan surat permohonan kita buka, kalau belum ya masih diblokir,” ucap Hendra.

Aditya Riansyah mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 menyebutkan dirinya belum bisa menyelesaikan studi karena masih dalam proses memperbaiki nilai, terlebih SKS yang ia dapatkan sedikit setiap semesternya.

BACA JUGA:  Fakultas Pertanian Unand Terapkan Peraturan Akademik Baru

Bagi Adit solusi yang diberikan universitas memang bagus hanya saja cukup kesulitan saat meminta tanda tangan orang tua. “Surat permohonan membutuhkan tanda tangan orang tua, sementara saya sedang di Padang jadi harus cari waktu dulu untuk pulang kampung, minta tanda tangan ketua jurusan pun susah, karena kajur selektif saat memberikan tanda tangan,” ujar mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan ini.

Sementara mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi 2015 Muhammad Yusuf tidak merasa dipersulit dengan harus membuat surat pernyataan. Hanya saja ia menyayangkan karena informasinya mendadak, lalu apakah hal ini juga diberlakukan untuk angkatan selanjutnya atau tidak.

Reporter : Endrik Ahmad Iqbal dan Mis Fransiska Dewi

Editor : Ramadanil Fajri

Baca Juga yang Menarik Lainnya!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here