Oleh: Anisa Permata Sari*


Kartika Sari Dewi, atau yang akrab disapa Tika, merupakan seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas, yang sekarang menjadi beauty influencer. Perempuan dengan total 190 ribu pengikut di Tiktok ini, selain kerap membagikan tutorial make up, juga sering berbagi tips dan pengalamannya menyelesaikan masalah jerawat atau sebagai acne fighter.

Bukan hal mudah bagi Kartika untuk bisa berada diposisinya saat ini. Berbagai komentar yang didapatkan Kartika dari lingkungan sekitarnya, terkait permasalahan jerawat yang ia miliki, membuat Kartika memutuskan untuk membagikan keluh kesahnya dengan membuat video di Tiktok. Tanpa ia sangka, video tersebut ditonton oleh banyak orang, yang ikut memberikan dukungan moral kepadanya.

Menyadari potensi yang ia miliki di aplikasi Tiktok ini, Kartika memutuskan untuk lebih aktif membuat konten terkait perjuangan menyembuhkan jerawat, tips-tips perawatan wajah yang sedang ia jalani, juga konten tentang mencintai diri sendiri atau self love.


Hingga kini, Kartika telah memiliki total 5,2 juta like untuk konten yang ia buat di TikTok, dan 40 ribu pengikut di Instagram. Tidak hanya itu, Kartika juga telah menghasilkan uang sendiri melalui berbagai endoresement yang ia dapat. Dia sadar bahwa insecurity yang dulu ia alami ternyata membuat ia menemukan potensi dirinya, dan menjadi lebih percaya diri.


Kartika kerap menekankan pada dirinya untuk tidak membandingkan kekurangan yang dimiliki dengan kelebihan yang dimiliki orang lain, dan lebih memilih untuk fokus mencari kemampuannya sendiri. Kartika mengakui bahwa dirinya banyak belajar dalam proses yang ia jalani hingga menjadi seterkenal ini.


“Jadi lebih paham dan merawat diri sendiri sebagai bentuk self love. Juga makin bersyukur dengan apa yang diberi Tuhan, dan makin berempati sama orang lain, baik yang punya masalah jerawat atau masalah fisik lainnya” tutur Kartika.


Selain itu, melalui konten-konten yang ia buat, ia kerap menyampaikan kepada followers-nya untuk lebih mengenali dan menghargai diri, mengapresiasi kelebihan dan menerima kekurangan yang dimiliki, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan berhenti mendengarkan komentar-komentar tidak baik dari orang lain tentang kondisi fisik.


Namun, ibarat pohon yang makin tinggi maka makin kencang pula angin yang menerpa, Kartika mengaku, sampai saat ini masih ada saja komentar-komentar tajam tentang dirinya, yang terkadang membuatnya sakit hati. Untuk itu ia mencegah dirinya untuk memedulikan hal-hal yang bahkan dilontarkan oleh orang-orang yang tidak mengenalnya secara personal. Kartika lebih memilih fokus untuk mengatur waktu yang ia miliki, agar tetap maksimal dalam perkuliahan, juga dalam membuat konten.


Sampai saat ini, Kartika masih terus mengajak para perempuan untuk berhenti mengikuti standar kecantikan yang diciptakan masyarakat, dan mulai menciptakan standar kecantikan diri masing-masing.


“Memuji diri sendiri itu sama aja seperti kita memuji Pencipta kita. Kalo insecure terus, kita malah jadinya kufur” tuturnya.
Kartika menyadari bahwa tidak semua orang sadar dengan kondisi para acne fighter. Ia berharap orang-orang paham bahwa bersimpati dan berempati pada orang lain merupakan hal penting yang harus dilakukan. Memberikan lelucon terkait kondisi fisik seseorang bukanlah hal yang pantas. Tidak semua orang bisa menerima lelucon tersebut.


Kemudian, untuk para acne fighter yang sampai saat ini masih berjuang dengan jerawatnya, Kartika berpesan bahwa jerawat ini pasti akan sembuh. Jangan lelah untuk terus merawat diri, melakukan pola hidup sehat, dan tekankan pada diri sendiri bahwa jerawat adalah hal yang normal.


*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Andalas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here