Beranda Berita

Sesuaikan dengan Kebutuhan Daerah, Penempatan Lokasi KKN Dirombak

PU KKN Syamsuardi saat diwawancarai di Gedung PKM Unand, Jumat (21/06/2019). (Foto: Vivi Oktaviani)

gentaandalas.com- Pasca pengumuman lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand 2019, terjadi perubahan penempatan di daerah Kabupaten Pasaman Barat dan Kecamatan Silaut. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Koordinator Pengelola Unit (PU) KKN, Syamsuardi menjelaskan perubahan untuk KKN Tematik Stunting di Pasaman Barat terjadi karena kebutuhan akan mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi.

“Ternyata setelah dicek kembali, memang sangat dibutuhkan mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi karena jumlahnya di sana terbatas. Jadi, mereka yang sudah ditempatkan di lokasi lain sebelumnya, dipindahkan ke Pasaman Barat, tanpa mengurangi jumlah mahasiswa di Pasaman Barat tersebut,” ujar Koordinator Pengelola Unit (PU) KKN, Syamsuardi, saat ditemui di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Jumat (21/06/2019).

Lebih lanjut, Syamsuardi menjelaskan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Stunting meminta agar mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi dipindahkan. “Kata DPL-nya tidak akan jalan kalau tidak banyak mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi. Jadi difasilitasi oleh prodi Ilmu Gizi, makanya mahasiswa Ilmu Gizi dipindahkan ke sana,” kata Syamsuardi.

Sebagai tindak lanjutnya, nanti hasil KKN Tematik Stunting ini akan dievaluasi agar diketahui stunting di Pasaman Barat. Program stunting ini akan dilanjutkan dengan pengabdian oleh dosen-dosen dan berlanjut ke tahun berikutnya.

Berbeda dengan KKN Tematik Stunting, di Kecamatan Silaut, perubahan penempatan terjadi karena adanya keterlambatan konfirmasi dari Wali Nagari Talang Binjai ke pihak PU KKN. Hal ini menyebabkan perubahan susunan penempatan lokasi bagi mahasiswa KKN di Silaut.

Syamsuardi menuturkan bahwa kebutuhan nagari berbeda-beda. “Ada yang minta mahasiswa peternakan harus lebih banyak, atau pertanian  lebih banyak,” kata Syamsuardi

Pemindahan lokasi ini hanya antar mahasiswa KKN dalam Kecamatan Silaut saja dan ditempatkan sesuai kebutuhan nagarinya.

Mahasiswa Agroteknologi 2016, Dwi Arizna Arofah mengatakan pemindahan lokasi secara mendadak seperti ini terasa seperti menzholimi mahasiswa. “Harusnya PU KKN bisa memanfaatkan waktu senggang sebelumnya untuk penyusunan penempatan lokasi KKN ini, sehingga tidak ada miskomunikasi seperti ini yang menyebabkan mahasiswa seperti merasa dizholimi,” katanya.

Reporter : Fajar Suci dan Vivi Oktaviani

Editor: Anjasman Situmorang

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here