Beranda Berita

Sepuluh Tahun Berdiri, Fateta Belum Miliki Gedung Sendiri

Salah seorang mahasiswa berjalan di depan gedung Fakultas Teknologi Pertanian. (Foto: Anjasman Situmorang)

gentaandalas.com- Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Fateta Unand) yang berdiri sejak tahun 2008 belum mempunyai gedung sendiri. Sampai saat ini, Fateta masih menggunakan gedung Fakultas Pertanian.

“Fateta berstatus jurusan di bawah Fakultas Pertanian pada tahun 1970-an. Kemudian, pindah ke kampus Limau Manis tahun 1994 masih berstatus jurusan dan berdiri menjadi fakultas pada tahun 2008,” kata Wakil Dekan 1 Fateta, Hasbullah, saat diwawancarai kru Genta Andalas di ruangannya, Kamis, (6/12/2018).

Kemudian, Hasbullah mengatakan, sudah ada perencanaan untuk membuat gedung fakultas sendiri, namun terkendala pada dana. Padahal, gambar rancangan teknis gedung Fateta sudah ada dan lokasi yang dijadikan tempat dibangunnya gedung tersebut sudah ditentukan.

BACA JUGA:  Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe), Event Baru UKM PIKMAG

Untuk mengatasi masalah dana, Hasbullah menjelaskan, saat ini pihak fakultas berencana untuk mengusahakan dana hibah dari pihak lain yang bukan pemerintahan. Namun, hal ini baru sekedar wacana.

Terkait dengan dibukanya Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP), Fateta memanfaatkan ruangan dosen sebagai ruangan Jurusan TIP. Untuk sementara, fasilitas dan laboratorium menggunakan yang ada.

Pengusulan untuk membangun gedung Fateta ini sudah dilakukan, namun sampai sekarang belum mendapatkan kepastian dari pihak kementerian.

“Pengusulan sudah, tapi belum mendapatkan kepastian dari kementerian. Sudah diusulkan tapi tidak ada dianggarkan. Tidak ada juga keterangan bahwa usulan ini direalisasikan sekian tahun lagi,” kata Hasbullah.

BACA JUGA:  Swara Nightingale Peduli, Timbulkan Antusias Anak Yatim Piatu

Di sisi lain, Ketua Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), Alfi Asben, menjelaskan bahwa kegiatan akademik THP tetap menggunakan fasilitas yang ada. Meskipun Fateta masih satu gedung dengan Fakultas Pertanian, masalah pembiayaan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing fakultas.

“Saat ini, fasilitas masih memanfaatkan yang ada. Untuk pembiayaan, tetap menjadi tanggung jawab masing-masing fakultas,” jelas Alfi.

Reporter: Anjasman Situmorang

Editor: Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here