Beranda Berita

Senat Tetapkan 8 Bakal Calon Rektor Unand 2019-2023

Werry menjelaskan delapan bakal calon pada pilrek Unand 2019 , di Ruang Sidang Pimpinan Lantai 4 Rektorat Unand pada Selasa, (30/4/2019).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unand 2019-2023, Eva Decroli dan Ketua Senat Unand, Werry Darta Taifur melakukan konferensi pers mengenai penetapan bakal calon rektor Unand periode 2019-2023, di Ruang Sidang Pimpinan Lantai 4 Rektorat Unand pada Selasa, (30/4/2019).

Dalam konferensi pers tersebut, Werry mengatakan ada sembilan bakal calon yang sudah mendaftar. Sembilan bakal calon tersebut adalah Defriman Djafri, Hairul Abral, Hefrizal Handra, Henmaidi, Munzir Busniah, Najmuddin M Rasul, Novesar Jamarun, Tafdil Husni, dan Yuliandri. Dari sembilan bakal calon tersebut, Werry mengatakan semua bakal calon berasal dari Unand.

“Ada 9 bakal calon rektor yang mendaftarkan diri, namun hanya 8 bakal calon yang memenuhi syarat untuk maju pada tahap penyaringan,” ujar Werry.

BACA JUGA:  Tingkatkan Silaturrahmi, Kemahasiswaan Unand Adakan Jogging Bersama

Satu bakal calon yaitu Najmuddin M Rasul tidak memenuhi syarat sebagai calon rektor. Hal ini dikarenakan Najmuddin baru menjabat sebagai ketua jurusan selama empat bulan. Dalam ketentuan syarat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai calon rektor, bakal calon telah menjabat posisi terendah yaitu ketua jurusan selama dua tahun.

Menanggapi isu yang beredar di tengah masyarakat, tentang pencalonan rektor oleh Novesar Jamarun yang juga menjabat menjadi rektor di institut lain, Werry menilai hal itu merupakan sesuatu yang wajar saja.

“Dalam pemilihan calon rektor ini kita ada aturan. Pak Novesar tidak melanggar peraturan tersebut untuk pencalonan dirinya. Jadi tidak ada permasalahan atau alasan untuk tidak menerima Pak Novesar dalam pemilihan rektor ini,” kata Werry.

BACA JUGA:  Sun Project 2019, Ajang Kreatifitas UKS FP Unand

Werry menyangkal kemungkinan akan adanya politisasi dari pilrek kali ini. Ia yakin tidak akan ada intervensi dan politisasi pada tahap penyaringan.

“Toh, kita semua disini senat, siapa juga yang akan dipolitisasi. Entahlah nanti kalau di tahap menteri. Kita juga tidak tahu. Semoga tidak ada,” katanya.

Sejauh ini, tidak ada kendala yang berarti dalam pilrek kali ini. “Proses Pilrek berjalan lancar dan normal. Tidak ada kekacauan dan intimidasi,” kata Decroli.

Reporter: Nadya Satya Dilova dan Vivi Oktaviani
Editor: Rani Aprianti

2 KOMENTAR

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here