Beranda Berita Liputan

Segi Positif dan Negatif PTN-BH Unand

TIM PTN-BH Unand saat Coffee Morning bersama media massa di Ruang Rapat Pimpinan Unand, Selasa (17/09/2019). (Foto: Zurriati Fadilla)

gentaandalas.com- Perubahan status Unand PTN-BLU menjadi PTN-BH yang diinginkan tentu ada beberapa target yang dicapai serta segi positif dan segi negative yang didapatkan. Dengan demikian, pihak Unand berkewajiban untuk mensosialisasikan perubahan ini. Hal ini disampaikan Ketua Tim PTN-BH Unand, Mansyurdin pada Coffee Morning bersama media massa di Ruang Rapat Pimpinan Unand, Selasa (17/09/2019).

Mansyurdin menyampaikan dampak positif Unand jika menjadi PTN-BH ialah pertama, kewenangan menyusun Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) organ di bawah wewenang rektor. Kedua, kewenangan membuka dan menutup Prodi. Ketiga, kewenangan mengatur keuntungan sendiri untuk dana non Penerimaan Negara Non Pajak (PNBP). Keempat, kewenangan untuk menentukan Sertifikat Badan Usaha (SBU) sendiri. Kelima, kewenangan untuk mengatur pola remunerasi sendiri. Keenam, kewenangan untuk membentuk badan usaha sendiri. Ketujuh, kewenangan membuka badan hukum usaha. Kedelapan, pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian rektor bisa dilakukan oleh Wali Amanah (Menteri, Gubernur, Ketua Senat Akademik, perwakilan masyarakat, dosen, tendik, ketua alumni Unand, dan mahasiswa).

BACA JUGA:  Aksi Hari Tani dan Karhutla Jilid III, Irwan Prayitno Tak hadir Lagi

“Jika masih BLU, SOTK yang menetapkan ialah dikti, sedangkan jika sudah PTN-BH  ditetapkan oleh rektor, kemudian buka tutup prodi juga bisa disesuaikan dengan permintaan pasar,” kata Mansyurdin.

Selanjutnya,  ia menjelaskan bahwa dalam penetapan rektor nantinya akan dilibatkan wali amanah.

“Ini yang menentukan memilih, mengangkat, dan memberhentikan rektor ialah menteri, gubernur, ketua senat akademik, perwakilan masyarakat yang diwakilkan oleh tungku tigo sajarangan, dosen, alumni, tendik serta ex officio presiden BEM sebagai perwakilan dari mahasiswa,” tutur Mansyurdin.

Selain itu ada beberapa dampak negatif dari PTN-BH di antaranya pertama, pajak penghasilan progresif. Kedua, menjadi PKP terkena Pajak Penghasilan Badan (PPH Badan). Ketiga, pembiayaan SDM Mandiri. Keempat, kemungkinan munculnya “Matahari kembar” antar organ PTN-BH (Rektor, Wali Amanah dan Senat Akademik). Kelima, terjebak struktur seperti euforia pembentukan prodi/jabatan baru. Keenam, pembiayaan badan atau organ baru. Ketujuh, pembuatan produk hukum baru yang banyak. Kedelapan, biaya tunjangan kinerja tenaga pendidikan disediakan oleh perguruan tinggi, bukan dari negara. Kesembilan, keuangan PTN-BH tetap keuangan Negara; dan kesepuluh, adanya pemeriksaan keuangan : Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK, BPKP, KAP & KA).

BACA JUGA:  Kenalkan Peternakan, Faterna Unand Kembali Adakan Cowboy Fair

“Dari segi negatif ini, makin banyak penghasilan maka makin banyak pajak yang harus dibayar oleh Unand,” ujar Mansyurdin.

Reporter : Vivi Oktaviani dan Zurriati Fadilla

Editor : Ramadanil Fajri

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here