Beranda Aspirasi

Sebuah Seni untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Oleh : Iqbal Tri Junaidy

source : google

Mahasiswa merupakan agen perubahan dan pergerakan  negara Indonesia. Mahasiswa merupakan aset yang dimiliki negara untuk jangka waktu yang akan datang. Pengembangan pengetahuan mahasiswa merupakan indikator penentu terhadap kualitas suatu bangsa. Inovasi dan kreativitas mahasiswa menjadi landasan pacuan untuk kemajuan bumi pertiwi ini. tetapi, mahasiswa juga bisa menjadi indikator kebobrokan dan kehancuran bangsa, apabila lahirnya mahasiswa-mahasiswa yang tidak peduli terhadap lingkungan dan pengembangan pengetahuan terhadap nusa dan bangsa ini. Maka, dengan selayaknya mahasiswa harus memiliki kepribadian seorang pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan sehingga bisa memanejemen kecerdasan emosi setiap anggota yang dipimpinnya.

Pemimpin itu berbeda dengan bos. Pemimpin itu adalah penggerak dari anggotanya. Pemimpin bukanlah tukang suruh, tukang perintah dan duduk manis di kursi empuk. Seorang pemimpin adalah orang yang mampu menguasai dirinya serta dia memahami prilaku dan watak dari pengikutnya. Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang bisa mengatasi dan menyelesaikan suatu masalah dengan tenang, tanpa harus melakukan pemaksaan dan diskriminasi terhadap anggota atau pengikutnya. Biasanya seorang pemimpin yang bijak memiliki pengikut yang royal terhadapnya mungkin seorang pengikutpun rela untuk mati demi pemimpinnya. Seorang pemimpin memiliki visi dan keyakinan bahwa mimpi dapat diraih karena ia berfikir mampu mendorong segala kekuatan dan energi untuk melakukannya.

Seni menjadi seorang pemimpin adalah berpikir dengan tenang dan serius, sukar dimengerti dan menyeluruh dalam menyusun strategi, serta ketat, adil ,dan tidak berat sebelah dalam mengolah urusan organisasi maupun kelompok. Memimpin orang adalah masalah seni yang harus dipahami dan diresapi oleh seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah masalah pribadi. Bukan masalah siapa dan berapa banyak orang yang sedang dipimpin, tapi bagaimana ia memimpi.

Pada hakikatnya setiap orang itu adalah pemimpin, baik itu pemimpin bangsa, daerah, organisasi, keluarga atau diri sendiri. Maka dari itu seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan emosional. Kecerdasan dalam bertindak, dan berfikir. Kecerdasan ini tidak akan bisa didapat secara spontan. Namun kecerdasan ini bisa didapat dengan pelatihan yang tidak bisa didapatkan didalam kelas. Pemuda adalah pewaris bangsa, generasi perubahan dan penentu masa depan. Seorang bijak pernah berkata “jika engkau ingin menghancurkan suatu bangsa, jangan hancurkan milternya. Hancurkan generasi mudanya, maka akan hancur bangsa tersebut”. Jika pemuda rusak, maka masa depan bangsa pun ikut rusak. Namun jika pemuda baik, maka masa depan bangsa itupun ikut baik. Maka kita sebagai mahasiswa wajib mengubah bangsa ini menjadi lebih baik.

 

*Mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian 2016

Universitas Andalas

 

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here