Beranda Berita

Sebagian Fakultas Belum Bisa Isi KRS

Salah seorang mahasiswa sedang meengecek portal untuk mengisi KRS, Senin, (6/8/2018). (Foto: Metria Indeswara)

gentaandalas.com- Jadwal pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang awalnya di rencanakan tanggal 3-8 Agustus 2018 ditunda menjadi tanggal 6 Agustus, informasi tersebut tersebar di sebagian grup angkatan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) via whatsapp maupun media sosial lainnya. Nyatanya, pada hari ini Senin, (6/8/2018) pengisian jadwal KRS belum dirasakan oleh sebagian fakultas di lingkungan Unand.

Seperti yang dirasakan oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, Hafiz Aulia mengatakan dengan penundaan pengisian KRS menyulitkan mahasiswa, karena kalau sudah ditetapkan tanggal seharusnya bisa dijalankan pada hari tersebut, agar dalam pengisian jadwal bisa lebih lancar.

“Jika terjadi penundaan nanti info yang didapatkan mahasiswa jadi simpang siur dan belum adanya pedoman mahasiswa dalam pengisian jadwal,” katanya, Senin (6/8/2018).

Terlambatnya jadwal pengisian KRS ini berdampak pada waktu pengisian dan persetujuan dosen Pemimbing Akademik (PA) dengan masa perkulihan yang mepet. Jika ada mahasiswa yang melakukan bimbingan akan terasa sulit terutama bagi mahasiswa yang tengah KKN, beruntung meskipun dalam pengisian KRS harus menemui dosen PA tetapi hafiz mengaku diberi keringanan oleh dosen PA-nya.

BACA JUGA:  Gerakan Tanam Pohon Untuk Lestarikan Sungai Pisang

“Sebenarnya tepat waktu atau ditunda pun tidak menjadi masalah asal ada informasi yang resmi keluar dari Unand mengenai jadwal pasti pengisian KRS, agar mahasiswa tahu dan tidak mendapatkan informasi yang simpang siur,” katanya.

Senada dengan hafiz, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Tri Nugraha juga menyesalkan terlambatnya pengisian KRS, terlebih bagi angkatan 2015 yang akan mengambil peminatan di semester tujuh. Pengambilan tersebut berupa minimal tiga mata kuliah pilihan untuk mengambil konsentrasi sebagai syarat tugas akhir.

“Jika terlambat, maka mata kuliah pilihan bisa saja diambil oleh junior dan kuota kelas tersebut penuh,” ujarnya.

Diakui tri, kebijakan ketua program studi memiliki ketentuan dalam menambah kuota kelas, jadi solusinya adalah bertukar mata kuliab dengan teman di kelas tersebut, dan ini menjadi kendala di setiap tahunnya.

BACA JUGA:  TAC Ajukan Diri Sebagai UKM Baru

Selain dalam pemilihan mata kuliah, keterlambatan pengisian KRS juga akan berdampak pada proses pemasukan jadwal bagi mahasiswa yang berada di daerah yang tidak memiliki jaringan. “Mereka harus mencari jaringan ke tempat yang tinggi, pasar atau berjalan jauh dulu, kalau tidak ada kepastian, mereka akan bolak-balik untuk mencari info tersebut,” ujarnya.

Berbeda dengan mahasiswa Pendidikan Kedokteran, Novri Almona Putra dan Violin Nurkha, mereka mengaku sudah bisa mengisi KRS, karena memakai sistem blok, jadi mahasiswa sudah ditentukan beberapa mata kuliah pilihan dan tinggal mengisi pilihan tersebut.

“Kami memakai sistem blok, tanpa mengisi KRS pun bisa kuliah karena jadwal yang ditentukan tersebut, asal mahasiswa yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa aktif,” kata Novri.

Sampai berita ini diturunkan, kru Genta Andalas masih berusaha menghubungi pimpinan dari LPTIK Unand untuk memperoleh informasi yang pasti mengenai pengisian KRS.

 

Reporter: Metria Indeswara
Editor: Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here