Beranda Berita

Revitalisasi Nilai Kebudayaan Diharap Mampu Rawat Bhineka Tunggal Ika

gentaandalas.com- Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Hasanuddin dalam penutupan Lustrum VII FIB mengatakan Dinas Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (Sumbar) akan berupaya mengembangkan budaya Minangkabau dengan merevitalisasi kembali kedalam aspek kehidupan masyarakat saat ini.

“Revitalisasi nilai-nilai kebudayaan yang dikhawatirkan sudah sangat terancam, maka kita harap akan ada kerja sama pembinaan dan pengembangan kebudayaan ditahun berikutnya,” katanya saat menggelar pidato kebudayaan di Convention Hall Unand, Selasa (17/10/17).

Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan bahwa riwayat perjalanan bangsa merupakan bagian dari perjalanan hidup. Ia juga mengatakan bahwa pelajaran sejarah bukan lagi mengingat nama-nama tanggal dan peristiwa-peristiwa penting melainkan bias secara langsung menempatkan diri langsung kedalam sejarah.

Ia juga menuturkan bahwa tantangan kebudayaan yang dihadapi saat ini adalah merawat Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya Indonesia dipersatukan oleh pergulatan sejarah dan bukan karena bahasa yang satu. “Kita bukan memeras semua elemen sehingga menjadi satu dan yang unik pudar atau hilang. Walaupun beragam, Indonesia harus tetap bersatu,” tuturnya

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar mengatakan bahwa bahasa Minangkabau perlahan sudah mulai menghilang dan tak digunakan sebagaimana mestinya. “Sebuah suku bangsa ditandai dengan bahasa, bahasa menunjukkan bangsa. Manakala sebuah bahasa tidak lagi dituturkan pada saat sekarang, itu artinya itu suku bangsa itu sudah mati,” ujarnya

Reporter : Ivonyla Krisna dan Yashirli Mulyadi

Editor     : Ulfa Sevia Azni

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here