Beranda Berita Raehanul : Pola Hidup Sehat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Raehanul : Pola Hidup Sehat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Ustazd Raehanul Bahraen Hafizahullah dalam acara Kajian Kesehatan Islam yang diadakan oleh Al-Kahfi PH BEM KM Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unand di Masjid Agung Nurul Ilmi kota Padang, Jumat (1/12/2017).

gentaandalas.com- Tiga sumber utama penyakit dalam kajian ilmu kedokteran yaitu infeksi, lingkungan, serta makanan. Demikian yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Kesehatan Muslim Ustazd Raehanul Bahraen Hafizahullah. Ia mengatakan makanan yang dikonsumsi setiap hari merupakan penyebab penyakit yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Padahal dari makanan inilah muncul penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit lain yang mengganggu tubuh, bahkan menyebabkan kematian. Pola hidup sehat adalah cara yang tepat agar tubuh tidak terserang  oleh penyakit.

Pola hidup yang patut ditiru, kata Raehanul, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pola hidup tersebut ada dua, yaitu pola makan dan pola tidur. “Pola hidup sehat seperti makan dan tidur harus dimulai dari usia muda, karena dampaknya baru akan terasa ketika usia sudah mulai tua,” ungkapnya dalam acara Kajian Kesehatan Islam yang diadakan oleh Al-Kahfi PH BEM KM Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unand di Masjid Agung Nurul Ilmi kota Padang, Jumat (1/12/2017).

Hal tersebut, lanjutnya didasarkan karena Rasullah sangat jarang sakit sepanjang hidupnya. Pola makan yang ideal adalah membagi ruang lambung menjadi tiga bagian yaitu sepertiga bagian lambung untuk makanan, sepertiga untuk udara, dan sepertiga untuk air. Selain itu, Raehanul menambahkan, kebiasaan mengkonsumsi nasi dalam jumlah yang banyak sebaiknya juga mulai dihilangkan, tapi diimbangi dengan lauk yang banyak. Hal ini harus dilakukan secara bertahap, karena mindset manusia tidak dapat berubah dalam waktu yang singkat.

Pola tidur yang ideal, kata Raehanul, adalah tidur setelah isya dan bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan shalat malam. Ia menambahkan kebiasaan begadang yang biasanya dilakukan oleh anak-anak muda juga bukan hal baik bagi kesehatan.

“Karena dengan begadang, metabolisme tubuh akan terganggu. Kadang orang-orang yang begadang itu malah ngeyel, mereka menganggap tubuh mereka itu kuat. Padahal dampak dari kebiasaan buruk itu akan mulai dirasakan ketika sudah memasuki usia 40-an,” ujarnya.

Tidur setelah subuh juga tidak dianjurkan untuk dilakukan. Dari segi ilmu kesehatan, jika seseorang tidur setelah subuh, sisa-sisa metabolisme yang diproses tubuh pada malam hari akan mengendap kembali di dalam tubuh. Raehanul mengungkapkan sebagian ulama mengatakan tidur setelah subuh hukumnya makruh. Karena setelah subuh merupakan waktu yang efektif untuk belajar dan memulai aktifitas.

“Waktu yang baik untuk belajar itu adalah  setelah subuh dan antara waktu magrib dan isya,” ungkapnya.

Reporter : Agung Ramadhan dan Mishthafiyatillah

Editor     : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here