Beranda Berita

Program Magister Epidemiologi Unand, Satu-satunya di Pulau Sumatera

Kepala Prodi Magister Epidemiologi Dien Gusta Anggraini di FKM Unand, Rabu (02/10/2019). (Foto : Zurriati Fadilla)

gentaandalas.com- Demi memenuhi kebutuhan tenaga ahli dalam bidang Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Andalas (Unand) saat ini telah memiliki Program Magister S2 Epidemiologi. Program Magister ini merupakan satu-satunya yang ada di Pulau Sumatera dan sudah diresmikan sejak bulan Agustus lalu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Prodi Magister Epidemiologi, Dien Gusta Anggraini saat ditemui di FKM, Rabu (02/10/2019).

“SK untuk program Magister ini sudah keluar bulan Agustus, setelah itu kita langsung melakukan persiapan untuk penerimaan mahasiswa baru awal bulan September yang dilaksanakan dengan tiga gelombang,” ujar Dien.

Dien juga mengatakan, saat ini mahasiswa yang terdaftar di program Magister sudah berjumlah empat orang. Biaya pendidikan untuk program Magister per semester dikenakan Rp 8.000.000 dan biaya institusi sebesar Rp 15.000.000.

Program Magister ini merujuk pada Dirjen P3L Kemkes RI Prof Agus Purwandianto bahwa penduduk Indonesia pada tahun 2014 sebanyak 245 juta jiwa, maka dibutuhkan idealnya 568 ahli epidemiologi. Kemudian, tahun 2018 penduduk Indonesia bertambah menjadi 265 juta jiwa yang idealnya membutuhkan 614 ahli epidemiologi. Setidaknya minimal 10 epidemiologi di tiap-tiap daerah.

Lebih lanjut Dien menjelaskan bahwa menurut Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra, Desak Made Wismarini bahwa idealnya ada 2 ahli epidemiologi dinas kesehatan provinsi. 1 kota, 1 rumah sakit, 1 puskesmas, dan 1 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Dari PP Nomor 38 tahun 2007 bahwa setiap Dinas Kesehatan harus punya kompetensi teknis di bidang Epidemiologi. Jika dia bukan lulusan S2 Epidemiologi minimal dia harus punya staf ahli yang paham tentang Epidemiologi, karena Epidemiologi bertugas mengolah data menjadi sebuah kebijakan. Epidemiologi akan melihat suatu penyakit berdasarkan orang, tempat, dan waktu.

“S2 Epidemiologi untuk mengolah data yang sudah ada bagaimana nanti bisa diinterpretasikan sehingga itu merupakan dasar nantinya untuk membuat kebijakan kedepannya.” kata Dien.

S2 Epidemiologi ini satu-satunya di Sumatera dan baru ada empat di Universitas yang ada di Indonesia, yakni UI, UNAIR, UNPAD dan Unand, sedangkan di Universitas lainnya baru sebatas peminatan bukan prodi khusus.

Reporter : Zurriati Fadilla

Editor : Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here