Beranda Berita

Pro Kontra Pemblokiran Tik tok

Platform aplikasi Tik Tok.

gentaandalas.com- Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan keputusan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), atas pemblokiran aplikasi Tik tok. Pemblokiran aplikasi tersebut menuai pro kontra dari berbagai kalangan. Pasalnya, aplikasi tersebut dinilai memiliki banyak konten negatif, namun akhirnya Kominfo mengumumkan akan mencabut pemblokiran aplikasi Tik tok, bila platform asal Tiongkok tersebut berkomitmen membersihkan konten negatif.

Menanggapi hal tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand), Dalmenda, mengaku menyetujui keputusan awal Kominfo memblokir aplikasi Tik tok. Menurutnya, Tik tok merupakan sejenis media visual imitasi yang menghasilkan mudharat yang sangat banyak.

“Orang-orang mencoba menirukan gaya penyanyi aslinya dalam berlebihan, melakukan gerak-gerak yang tidak sewajarnya dan sejenisnya. Kemudian, ini pun dilihat oleh anak-anak, mereka menjadi terobsesi dan kecanduan memainkan aplikasi tersebut,” ujarnya saat ditemui kru gentaandalas di ruangannya, Jumat (05/07/18).

Fenomena Tik tok tidak hanya merambah di kalangan anak remaja saja, anak-anak di bawah umur pun telah banyak menggunakan aplikasi ini.

Dalmenda mengatakan bahwa anak-anak adalah peniru yang sangat baik. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting untuk mengawasi tontonan mereka, agar tidak merusak mentalitas dan moralitas sang anak, karena anak akan cepat mencerna apa yang mereka lihat atau mereka dengarkan, lalu menirunya.

“Tidak hanya kecanduan yang akan diperoleh sang anak. Motorik, sifat dan perilakunya pun akan berubah, karena selalu beradegan menirukan orang lain,” tambahnya.

Berbeda dengan Dalmenda, Ricky Akbar yang merupakan salah seorang dosen Sistem Informasi, Unand, mengaku bahwa ia menyetujui dengan dibukanya kembali aplikasi Tik tok, jika hal itu sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Menkominfo. Adapun salah satu kriteria tersebut adalah tidak mengandung unsur sara dan pornografi.

Menurut Ricky, adanya aplikasi Tik tok tersebut dapat menjadi suatu wadah untuk menyalurkan kreatifitas remaja maupun anak-anak, serta bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat menguntungkan penggunanya.
“Kalau sudah sesuai tidak masalah dibuka lagi, karna aplikasi itu sangat bagus sebagai tempat menyalurkan kreatifitas muda- mudi Indonesia, bahkan anak- anak sudah bisa menghasilkan uang dari situ, contohnya Bowo Apenliebe,” tuturnya.

Reporter : Sukma Hayati dan Fajar Suci
Editor : Juni Fitra Yenti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here