Beranda Berita Terpilih Aklamasi, Presma dan Wapresma Unand 2017 Resmi Dilantik

Terpilih Aklamasi, Presma dan Wapresma Unand 2017 Resmi Dilantik

Presiden BEM KM Unand periode 2017/2018, Nurul Fikri menyerahkan jabatannya kepada presiden terpilih, Faizil Putra di Ruang Seminar PKM Unand, Minggu (10/12/17). (Foto: BEM KM Unand)

Faizil Putra dan Teguh Tegas Kata selaku presiden dan wakil presiden BEM KM Unand terpilih resmi dilantik di Ruang Seminar PKM Unand, Minggu (10/12/17). Faizil dan Teguh terpilih melalui aklamasi yang ditetapkan oleh Badan Pemilihan Umum (BPU) Unand. Dalam mewujudkan jargon “Akselerasi Padu” yang dirumuskannya, Faizil menyatakan kesiapannya untuk pembentukan kabinet baru dan menjalankan amanat Kabinet Langkah Hebat.

“Kami akan lebih banyak advokasi, sementara untuk event kami akan lebih memfokuskan pada salah satu event yaitu Pekan Andalas dan membangun media secara kreatif seperti Unand aplikasi yang merupakan salah satu terobosan baru,” ungkapnya.

Sesuai visinya menghadirkan Unand yang berakselerasi padu untuk Unand yang kreatif, inovatif, dan kolaboratif Faizil menyatakan akan menjalankan gerakan internal yang solid dan sinergis.

Faizil mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan transparansi di BEM KM Unand. Menghidupkan transparansi BEM KM Unand, kata Faizil, merupakan hal yang penting, baik itu di sekitar kementerian maupun di tatanan birokrasi. Sekarang, lanjut Faizil, tidak tampak transparansi keuangan BEM seperti apa dan advokasi yang dijalankan juga tidak jelas apa saja.

Terkait visi yang telah dicanangkannya, Faizil menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk melebur dengan kementerian. “Visi misi kami selama kampanye bisa jadi berubah, karena kami perlu menyatukannya dengan kawan-kawan di kementerian untuk kemajuan bersama” tutur mahasiswa Fakultas Peternakan ini.

BACA JUGA:
  Pembayaran UKT Semester Genap 2017/2018 Diperpanjang

Menurut Faizil, suatu hal baru tentunya menjadi polemik. Faizil mengakui Pemira saat ini adalah suatu kontroversi, karena ia sendiripun kaget ketika BPU sudah menetapkannya sebagai Presma. Meski demikian, kata Faizil, BPU punya landasan yang kuat dalam penetapan ini.

“Kami harus terima itu. Hal yang penting adalah bagaimana masyarakat Unand tahu bahwa Presma sudah ditetapkan dan dilantik oleh MPM 2017,” katanya.

Selain itu, Faizil juga berpendapat, saat ini telah terjadi kemunduran demokrasi, karena melihat sedikitnya mahasiswa Unand yang mencalonkan diri menjadi Presma. Menanggapi hal tersebut, Faizil sudah memikirkan hingga ke regenerasi BEM selanjutnya.

“Kita akan cetak pemimpin hebat untuk kedepannya, tidak hanya fokus pada advokasi saja, tetapi bagaimana keberlanjutan BEM kedepannya,” ujarnya.

Salah satu langkah mencegah hal ini terulang lagi, lanjut Faizil, DPM sudah menerbitkan UU baru terkait pemilihan Capres dan Cawapres. “Untuk mencegah kondisi seperti ini, kita sudah punya landasan, yaitu  UU yang telah diterbitkan DPM,” ungkap Presiden terpilih ini.

Dari BEM sendiri, sambung Faizil, paling tidak mengirim perwakilan untuk maju menjadi Capres dan Cawapres. “Dengan usulan tersebut, tidak akan ada kekosongan seperti ini, karena regenerasi adalah harga mati,” ujarnya.

Reporter : Vivi Oktaviani dan Zurriati Fadila

Editor      : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here