Beranda Berita

Polemik Pemira 2018, Penyelenggara Pemira dan 3 BEM Fakultas Adakan Konsolidasi

Pihak Penyelenggara Pemira dan BEM FIB, FH, FISIP adakan konsolidasi di parkiran depan gedung E, Rabu (21/11/2018).

gentaandalas.com- Pemilihan Raya (Pemira) yang diadakan pada 21 November 2018 berlangsung panas, setelah dikeluarkannya surat pernyataan penolakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa titik oleh 3 BEM fakultas, diantaranya Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), dan Fakultas Hukum (FH), Rabu (21/11/2018). Penolakan tersebut dibicarakan dalam forum konsolidasi dan akan dilanjutkan dengan Konsolidasi Akbar Lembaga Eksekutif dan Legislatif se-Unand pada Minggu, 25 November 2018.

TPS yang berada di gedung E dan F menjadi sasaran aksi, mengingat mayoritas mahasiswa FIB, FH, FISIP kuliah di gedung tersebut. Kotak suara diambil kemudian dibawa ke parkiran depan gedung E untuk diadakan konsolidasi oleh pihak yang bertikai.

Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) KM Unand, Teguh Tegas Kata yang hadir dalam konsolidasi tersebut mengatakan bahwa peristiwa ini dikarenakan kurangnya koordinasi.

“Hal ini terjadi akibat kurang koordinasi saja antara BPU dengan 3 BEM fakultas tersebut, serta adanya beberapa pengajuan untuk pemindahan lokasi TPS. Akan tetapi hal ini masih dibicarakan dan belum ada titik tengahnya,” ujar Wapresma itu saat diwawancarai oleh kru Genta Andalas.

BACA JUGA:  Selebaran Poster Kritikan Terhadap BEM KM FP Beredar di FP Unand

Tri Agung Budi Wibowo selaku perwakilan dari BEM FISIP mengatakan penyebab konsolidasi ini juga diakibatkan oleh kurangnya komunikasi antara pihak penyelenggara Pemira dengan 3 BEM Fakultas. Pria yang akrab disapa Agung ini menambahkan bahwa, pihaknya tidak akan menghancurkan Pemira ataupun BEM KM Unand, namun akan mendukung penuh kegiatan itu jika ada komunikasi.

“Dari dulu kejadian seperti ini selalu berulang. Untuk masalah sekarang ini, kami menyikapi bahwa BPU tidak bekerja secara profesional karena tidak ada sosialisasi terlebih dahulu,” ujar Agung.

Berlainan dengan itu, Teza Kusuma sebagai ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Unand 2018 mengungkapkan bahwa kinerja BPU sudah sesuai dengan UU dan surat suara di beberapa titik yang dipermasalahkan dianggap sah. Adanya konsolidasi antara kedua belah pihak mencapai kesepakatan berupa penghapusan surat suara di titik F, E dan parkiran depan gedung E.

BACA JUGA:  Unand Berlakukan Dana Bidikmisi Rp 700.000 Per Bulan

Pemungutan suara ulang akan dilakukan di FTI dan ruang seminar F pada kamis (22/11/18). Kesepakatan itu disetujui langsung oleh Ketua BPU KM Unand 2018, Fagly Dini Dhinotra dan beberapa perwakilan dari pihak bersangkutan lainnya.

Konsolidasi tersebut berlangsung hingga sore hari yang menghasilkan 4 tuntutan yang ditandatangani oleh BEM FIB, FH, FISIP, Presiden Mahasiswa BEM KM Unand, Ketua MPM KM, Ketua BPU, dan Ketua Bawaslu.

Isi dari  tuntutan tersebut adalah penghapusan dan pemindahan TPS, permintaan maaf secara terbuka dari pihak Pemira secara tertulis dan melalui media sosial selama 1×24 jam sejak konsesi dikeluarkan, surat suara Pemira KM Unand di TPS parkiran depan gedung E, TPS gedung E dan F ditiadakan, dan kelanjutan mengenai kedaulatan antar negara yang akan dibicarakan pada Minggu (25/11/2018) dengan agenda “Konsolidasi Akbar Lembaga Eksekutif dan Lembaga Legislatif Se-Unand”.

Reporter: Fildzatil Arifa, Gifra Sentia, Nadya Satya Dilova, dan Yudellia Wira Permata

Editor: Anjasman Situmorang

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here