Beranda Berita

PIKMAG Gelar Kuliah Umum Ketahanan Mahasiswa Terhadap LGBT

Dosen Fakultas Kedokteran, Hardisman saat menjelaskan bagaimana menyikapi fenomena LGBT. (Foto: Anjasman Situmorang)

gentaandalas.com- Sudah banyak kasus Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) yang terjadi, khususnya Lelaki seks lelaki (LSL) di Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan Dokter Puskesmas Pauh, Lusiana saat memberikan kuliah umum bertajuk “Ketahanan Mahasiswa Terhadap Isu LGBT” yang diselenggarakan oleh UKM Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Andalas Group (PIkMAG) di ruang seminar perpustakaan Unand lantai 5, Rabu (29/08/2018).

Pada umumnya, kata Lusi, pelaku LSL merupakan orang yang pernah menjadi korban pada masa lalu. Apabila sudah ketagihan, akan sulit untuk menghentikannya. Kenyataan ini tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa, orang-orang yang berpendidikan tinggi seperti dosen, juga ada yang menjadi aktor LSL tersebut.

“Ada klien saya yang berobat ke Puskesmas, dia isteri dari seorang dosen yang menempuh pendidikan S3 di Jakarta. Dia mengatakan, ketika dia membuka HP atau laptop suaminya, dia mendapati gambar-gambar porno yang menunjukkan suaminya sedang melakukan LSL tersebut dengan pasangannya,” ujar Lusiana.

BACA JUGA:  Jejak dan Pesona Sang Prambanan

LSL dapat membuka pintu bagi HIV/AIDS untuk masuk ke dalam tubuh melalui hubungan badan. Jika dahulu penyakit HIV/AIDS disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama. Namun saat ini LSL menjadi momok yang dapat menyebarkan penyakit HIV/AIDS tersebut.

Disisi lain Dosen Fakultas Kedokteran Hardisman menjelaskan bagaimana menyikapi hal tersebut. Pada pembukaan Declaration of Human Right, kata Hardisman, dijelaskan bahwa orang-orang yang memiliki orientasi seksual yang berbeda, diberikan kesempatan untuk berinteraksi sosial, bukan untuk mengembangkan perilaku seksualnya.

Declaration of Human Right mengatakan bagimana orang-orang yang orientasi seksualnya berbeda, mereka mau pergi berobat. Meraka punya hak yang sama untuk pelayanan publik, bukan mendapatkan hak untuk menyebarkan perilaku seksualnya, sehingga seolah-olah perilakunya tersebut sah,” ujar Hardisman.

BACA JUGA:  Sumbar Berperan Penting Majukan Diplomasi Budaya di Indonesia

Orang yang LBGT tersebut, lanjut Hardisman, disebabkan oleh faktor internal pribadinya, seperti nafsu seksual yang bergejolak pada masa pubertas. Biasanya diawali dengan coba-coba, dan akhirnya menjadi ketagihan.

“Jangan pernah mencoba berprilaku demikian ketika nafsu seksual bergejolak. Hindari perilaku-perilaku yang akan meningkatkan nafsu syahwat,” katanya.

Salah satu peserta kuliah umum, Fitria mengatakan bahwa kuliah umum tersebut sangat bagus dan ilmunya juga bermanfaat. “Sebelumnya saya juga sudah pernah mendapat pengetahuan tentang LGBT, karena sesuai dengan jurusan saya,” ujar mahasiswi yang menempuh pendidikan di Jurusan Psikologi tersebut.

Reporter: Anjasman Situmorang

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here