Beranda Berita

Peserta PJTD XIV Antusias Dalami Materi Kepenulisan

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang dan wartawan Tempo Andri El Faruqi saat memberikan materi tentang kepenulisan di ruang seminar I, Sabtu (17/3/2018) (Foto: Pitnia Ayu Saputri)

gentaandalas.com- Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) XIV antuias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama membahas materi tentang kepenulisan dan kode etik jurnalistik di ruang seminar I, Sabtu (17/3/2018).

Terbukti dari beberapa peserta yang aktif bertanya. Salas satunya mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unand Anjas Situmorang yang bertanya tentang bagaimana cara mendapatkan berita straigt news. “Bagaimana cara mendapatkan berita dengan cepat saat korban yang bersangkutan tidak memungkinkan untuk diwawancarai,” kata Anjas.

BACA JUGA:  Jejak dan Pesona Sang Prambanan

Menanggapi pertanyaan Anjas, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang dan wartawan Tempo Andri El Faruqi menjelaskan untuk mendapatkan berita secara cepat tidak harus bertanya atau mewawancarai korban yang bersangkutan, namun dapat melakukan wawancara terhadap saksi mata di lokasi kejadian yang mengetahui peristiwa tersebut.

“Wartawan tidak harus mewawancarai korban apabila memang kondisinya tidak memungkinkan pada saat kejadian,” katanya.

Wita Mailini, peseta Pelatihan yang juga antusias, bertanya terkait cara mencari data berita yang berhubungan dengan pelecehan seksual. Ia mengambil contoh kasus yang mengibaratkan pelecehan seksual yang dilakukan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  “Bagaimana jika seorang anggota DPR melakukan suatu pelecehan seksual, apakah harus ditanya pada pelakunya langsung?,” katanya.

BACA JUGA:  FSLDK Sumbar Berbagi dalam GEMAR 2019

Menurut Andri, seorang reporter  dapat  mencari informasi dengan cara mencari keterangan dan data melalui korban,  serta membiarkan publik untuk menilai kebenaran dari berita tersebut. Selain itu, kata, Andri, untuk menjadikan berita itu menarik, seorang reporter harus terbiasa menulis.

“Intinya menulis itu adalah latihan, lakukan setiap hari,  meskipun itu  hanya sekedar menulis diari,” katanya.

Reporter: Fajar Suci

Editor: Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here