Beranda Aneka Ragam Resensi

Perjuangan Mempersunting si Gadih Minang

Judul Film : Liam dan Laila

Sutradara : Arief Malinmudo

Produser : Dendi Reynando dan Emil Bias

Penulis Naskah : Arief Malinmudo

Genre : Drama

Tanggal Rilis : 4 Oktober 2018

Durasi : 94 menit

Perusahaan Produksi : Mahakarya Picture

Resensiator : Yudellia Wira Permata

Editor: Rani Aprianti

 

gentaandalas.com- Film Liam dan Laila menceritakan sebuah kisah cinta beda negara yang diperankan oleh Nirina Zubir sebagai Laila dan Jonatan Cerrada yang berperan menjadi Liam. Kisah ini diangkat dari kisah nyata yang pernah terjadi di daerah Minangkabau. Laila merupakan gadis minang berpendidikan tinggi dan mempunyai keluarga yang menjunjung tinggi tatanan adat di Minangkabau. Ia juga seorang pedagang online shop yang terhubung di berbagai negara, sehingga menghantarkan Laila terlibat diskusi dengan Liam yang merupakan seorang negarawan prancis dari kota Rouen. Liam sejatinya sedang menelisik kebenaran pada kasus besar yang terjadi di Paris, hingga akhirnya ia mendapatkan pencerahan melalui diskusi dengan Laila.

Selama tiga tahun mereka saling berdiskusi satu sama lain, Liam pun menyimpan rasa terhadap Laila dan memberanikan diri untuk datang ke Indonesia dengan tujuan mempersunting Laila. Namun, kedatangan Liam mengakibatkan pertentangan ideologis bagi keluarga besar Laila. Banyak orang yang mengira bahwa perkenalan Liam dan Laila yang melalui media sosial hanya sebuah permainan yang dirancang Liam. Hingga akhirnya paman laila bernama Jamil yang diperankan oleh David Chalik dan adik Laila bernama Pian yang diperankan oleh Praz Teguh, mengulik maksud dan tujuan kedatangan Liam untuk mempersunting Laila.

Asal usul Liam yang masih dipertanyakan membuat pertentangan adat dalam tatanan keluarga Laila. Keputusan keluarga yang berada di tangan mamak tertuanya bernama Naizar, membuat Naizar memberikan beberapa syarat yang harus dilakukan Liam agar bisa mempersunting Laila. Selama 30 hari Liam harus menyelesaikan semua syarat tersebut sebelum dideportasi kembali ke Prancis. Sepanjang proses itu, Jamil yang ditemani Pian melihat kesungguhan yang ada pada Liam.
Film ini sangat memaparkan kehidupan sosial di daerah Minangkabau. Bagaimana seorang gadis minang yang akan menikah harus melalui proses adat yang sudah tertata rapi. Setiap urusan yang berkaitan dengan pernikahan gadis minang harus diurus melalui mamak dan suatu keputusan harus diputuskan bersama dalam perkumpulan keluarga basar.

Selain itu, film yang bergenre drama ini juga menampilkan sisi komedi yang biasanya muncul pada scene Pian. Banyak hal konyol yang dilakukan Pian menarik perhatian penonton untuk melepaskan tawa. Di sisi lain, juga ada penjaga warung di dekat rumah Laila yang diperankan oleh Upiak Isil yang juga memberikan sisi humor pada setiap scenenya. Adanya balutan komedi dalam film ini membuat para penonton lebih leluasa dan rileks ketika menyaksikannya. Pengucapan dan logat bahasa minang yang dilafalkan oleh para pemain juga sangat sesuai dengan realita bahasa Minangkabau. Banyaknya petatah dan petitih yang digunakan dalam film ini juga dapat menggambarkan begitu kentalnya adat di Minangkabau. Ketika menyaksikan film ini, kita seakan hanyut dan seolah merasa sedang berada di daerah Minangkabau.

Namun, perpindahan waktu dari hari kehari dalam film ini terkesan buru-buru. Oleh karna itu, saat menyaksikan film ini para penonton seakan tidak mengetahui ternyata harinya sudah berganti. Loncatan hari demi hari tersebut juga mengakibatkan kurangnya kesan pada setiap klimaks di film ini. Hal itu bisa dilihat ketika terjadinya percekcokan di dalam keluarga besar Laila ketika mengambil sebuah keputusan. Banyak scene yang rasanya belum dinikmati, namun sudah berganti ke scene yang lain. Sehingga klimaks pada film ini tidak sepenuhnya dapat diresapi.

Film Liam dan laila yang baru dirilis tanggal 4 oktober 2018 ini, sudah bisa anda saksikan di seluruh bioskop Indonesia. Nikmati setiap adegan pada film ini yang akan menghantarkan anda pada realita kehidupan yang ada di Minangkabau. Selamat menonton!

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here