Beranda Aneka Ragam Resensi

Perburuan DNA untuk Peningkatan Diri

Identitas film

Judul: The Predator

Tanggal rilis: 13 september 2018  

Sutradara: Shane Black

Penulis naskah: Shane Black, Fred Dekker

Produser:  John Davis (Davis Entertainment; Distribusi: 20th Century Fox)

Durasi: 107 menit

Resensiator: Rani Aprianti

Mendengar kata alien tentu membuat semua orang penasaran. Keberadaan makhluk tersebut selalu dipertanyakan kebenarannya. Lalu, bagaimana jika alien tersebut mendatangi bumi dan berburu DNA manusia? Itulah yang disajikan oleh Shane Black dalam film The Predator. Film bertajuk sains fiksi ini juga dibumbui dengan aksi komedi dari para pemain serta teror dari alien itu sendiri.

Kisah diawali dengan aksi penembakan jitu oleh aktor Boyd Holdbrook yang berperan sebagai Quin Mckena bersama timya di Meksiko. Saat aksi penembakan oleh Quin Mckena, kedatangan pesawat alien mengacaukan aksi mereka, pembunuhan manusia oleh sang predatorpun dimulai. Film The Predator awalnya berlatar waktu pada malam hari, sehingga menambah kesan menegangkan kepada para penonton.

BACA JUGA:  Dari Rasa Ingin Tahu Berubah Jadi Symbiote

Intrik mulai terjadi ketika Mckena ditahan oleh organisasi rahasia milik pemerintah. Ia dianggap gila oleh orang di grupnya karena ungkapannya yang pernah bertemu dengan alien. Namun, orang-orang tersebut berbalik mempercayainya ketika sang predator muncul menampakkan sosoknya. Mereka nantinya menjadi sebuah tim yang akan melawan predator.

Di sisi lain, para peneliti menemukan DNA manusia pada tubuh sang predator, membuat para peneliti heran dan berniat mencari tahu dari mana asal DNA manusia tersebut. Tak hanya itu, film The Predator juga menampilkan kehidupan dari tokoh Rory, anak dari Quin Mckena yang dianggap aneh oleh teman-temannya. Besarnya kasih sayang antara ayah dan anak juga cukup ditonjolkan dari film ini.

Film The Predator banyak menampilkan adegan tembak-menembak, perkelahian, dan kekejaman alien yang membunuh manusia. Bahkan manusia yang dibunuh alien sering diperlihatkan organ dalamnya,  sehingga kemungkinan bagi sebagian orang yang menonton akan merasa jijik. Selain itu, sosok alien ditampilkan dengan visual yang tak sedap dipandang. Tapi, komedi yang disajikan dapat mengimbangi rasa takut akan kekejaman alien.

BACA JUGA:  Makanan, Perjalanan dan Persahabatan

Sound yang digunakan dalam film kerap membuat penonton terkejut. Namun, dari sanalah film tersebut semakin menarik. Kecanggihan efek komputer yang ditampilkan juga cukup menakjubkan. Alur film The Predator cukup menarik, penonton akan digiring untuk berpikir bahwa Quin Mckena lah sasaran utama Alien,  namun bukan dia melainkan anaknya. Secara keseluruhan, film ini disarankan untuk penyuka film bergenre sains fiksi, dijamin para penonton akan dimanjakan oleh film ini. Tetapi, hanya penonton dengan usia 17 tahun ke atas yang disarankan untuk menonton film ini.

 

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here