Beranda Berita

Peraturan Baru Rektor, Unand Tegaskan Batas Studi Penerima Bidikmisi

Wakil Rektor 1 Unand, Dachriyanus saat ditemui di Gedung Farmasi Unand,  Rabu (29/5/2019). (foto: Mis Fransiska Dewi)

gentaandalas.com- Universitas Andalas (Unand) keluarkan peraturan rektor Nomor 4 Tahun 2019 yang ditujukan kapada dekan setiap fakultas pada 27 Mei 2019 lalu dalam rangka mengatur pengelolaan Bidikmisi. Dalam peraturan tersebut, jangka waktu pemberian Bidikmisi pada Pasal 8 untuk mahasiswa diploma tiga paling lama enam semester dan untuk sarjana atau diploma empat paling lama delapan semester.

Surat Keputusan Peraturan rektor no 4 tahun 2019 Bab IV pasal 8 tentang jangka waktu pemberian Bidikmisi

Wakil Rektor (WR) 1 Unand Dachriyanus mengatakan pelaksanaan Bidikmisi Unand mengacu sepenuhnya pada peraturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Dari awal peraturannya Bidikmisi memang sudah ada seperti itu. Kita saja yang tidak menjalankannya. Tidak ada aturan baru hanya menjalakan peraturan yang telah dibuat secara murni dan konsekuen, SK Diktinya maksimum delapan semester,” kata Dachriyanus kepada Genta Andalas di Fakultas Farmasi Unand, Rabu (29/5/2019).

Penerima Bidikmisi yang belum menyelesaikan pendidikan sesuai jangka waktu yang dimaksud, kata Dachriyanus, diwajibkan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan sebesar Rp 1 Juta per semester sampai selesai studi.

Mahasiswa Bidikmisi, lanjut Dachriyanus, diberi kesempatan untuk mencari sumber dana yang lain, namun tidak dibebaskan membayar karena akan menambah piutang Unand. Jika betul-betul tidak punya uang misalnya, mahasiswa dapat mengajukan beasiswa.

“Kalau di Farmasi ada beasiswa dari alumni, dosen dan lainnya. Di tempat lain juga ada seperti itu. Kalau dibebaskan, jadi utang bikin numpuk tidak terhapuskan dan harus dibayar,” ujar dosen Farmasi tersebut.

Menurut dia, mahasiswa Bidikmisi setiap semester dipantau dan seharusnya tidak mungkin mahasiswa tidak tamat delapan semester karena setiap semester IPK tidak boleh kurang dari 2,75. “Kok tiba-tiba bisa tamat lima tahun. Apa yang salah. Tidak mungkin dia tamat lima tahun karena kurang dari 2,75 saja IPKnya langsung di cut,” ujar Dachriyanus.

Senada dengan Dachriyanus, Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand Destrinita mengatakan aturan tersebut akan berlaku semester ganjil 2019/2020, karena dalam peraturan disebutkan mencabut peraturan rektor sebelumnya dan memberlakukan peraturan rektor saat ini.

“Kalau lebih dari delapan semester angkatan 2015 membayar UKT sebesar Rp 1 juta sesuai dengan peraturan rektor,” ujar wanita yang akrab disapa Ing ini.

Mahasiswa Bidikmisi angkatan 2015 Nia Sulfiani mengaku kaget akan peraturan rektor tersebut. Dia mengaku setiap jurusan berbeda-beda dalam mendapatkan nilai. “Sebaiknya 10 semester lah ya, jurusan saya susah tamat empat tahun paling hanya beberapa orang saja dan biasanya lebih dari empat tahun,” ujar Nia.

Sementara Muhammad Rinaldo mahasiswa Bidikmisi lainnya mengaku tidak tahu, karena sejak mahasiswa baru dia mengetahui mahasiswa Bidikmisi mendapatkan bantuan pembiayaan UKT selama 10 semester. “Kenapa mendadak ada info baru jadi delapan semester sedangkan angkatan sebelumnya dibiayai 10 semester. Seharusnya ada sosialisasi dari awal,” ujar Aldo mahasiswa angkatan 2015 ini.

Penulis: Mis Fransiska Dewi

Editor: Rani Aprianti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here