Beranda Berita

Peran Pemuda di Era Milenial yang Semestinya

Dosen Matematika Unand Budi Rudianto saat menyampaikan pendapatnya dalam Talkshow SMILE VII FSI FMIPA Unand di Plaza FMIPA Unand, Senin (22/4/2019). (Foto : Fildzatil Arifa)

gentaandalas.com- “Ada berbagai karakteristik pemuda saat ini, di antaranya milenial ada dimana-mana, peminat konten sutentik, pengguna perangkat mobile dan media sosial, serta senang berkolaborasi dan keingintahuan lebih banyak,” kata Narasumber Talkshow Science Moment Islamic Event (SMILE) VII yang merupakan Dosen Matematika Unand dan pernah menjadi narasumber di Kick Andy dengan tema Guru Kehidupan, Budi Rudianto di Plaza FMIPA Unand, Senin (22/4/2019).

Berbicara mengenai eksistensi pemuda Islam, Budi menjelaskan bahwa sebagai pemuda milenial, jadilah pemuda langit. Raganya berada di bumi, hati dan pikirannya tertambat pada langit tanpa melupakan Tuhannya.

Kemudian, Budi memaparkan bahwa peranan utama pemuda di zaman sekarang ini tidak harus terlalu tinggi. Pemuda bisa memulai perannya dari hal-hal kecil, seperti di lingkup keluarga. Salah satu contohnya mengurangi sedikit jatah bulanan dari orang tua. Secara tidak langsung, kita belajar untuk menahan sesuatu dan meringankan sedikit beban orang tua.

BACA JUGA:  KKN Expo 2019, Mahasiswa Antusias Lakukan Persiapan

Setelah itu, Budi menambahkan bahwa hal terpenting yang harus ada dalam diri pemuda itu adalah semangat. Manusia berumur 78 tahun pun masih bisa dikategorikan sebagai pemuda jika memiliki semangat yang tinggi. Tidak hanya itu, poin penting untuk pemuda dalam meraih mimpi adalah time management.

Narasumber kedua, Mahasiswa Lulusan Terbaik Kimia Unand yang juga pernah mengikuti Student Exchange Gifu University 2017, Wingki Mey Handra mengatakan pemuda harus mampu membagi waktu untuk dirinya sendiri dan kegiatan bermanfaat. Di samping itu, ada dua faktor tantangan sukses bagi pemuda di era milenial. Pertama, lingkungan. Punya lingkungan yang baik akan berdampak baik juga kepada kita, terutama lingkungan pertemanan.

BACA JUGA:  Program Magister Epidemiologi Unand, Satu-satunya di Pulau Sumatera

“Bertemanlah dengan orang yang sama-sama punya keinginan untuk sukses. Dengan begitu juga akan berdampak positif bagi kita,” kata Wingky.

Selanjutnya, Wingky menuturkan faktor tantangan sukses bagi pemuda di era milenial yang kedua adalah setan, karena setan adalah musuh yang nyata.

Salah seorang Mahasiswi Jurusan Biologi FMIPA Unand, Zieta mempertanyakan kepada kedua narasumber bagaimana cara keluar dari zona nyaman untuk mencapai prestasi. Pertanyaan ini dijawab oleh Wingky.

”Istilah kerja santai masa depan cerah itu tidak benar. Kalau ingin sukses, kita memang harus bekerja keras,” jawab Wingky.

Reporter : Fildzatil Arifa

Editor : Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here