(Foto: ilustrasi Genta Andalas)

Akhir-akhir ini, cuaca yang kian berubah dalam waktu dekat mengakibatkan munculnya berbagai masalah bagi kesehatan tubuh. Terhitung satu bulan terakhir cuaca memang tidak bisa diprediksi. Paginya cerah, namun siang harinya hujan lebat melanda. Kondisi ini sering disebut dengan musim pancaroba. Lalu bagaimana upaya mengetahui penyebab hal tersebut? Apa saja yang perlu dipersiapkan agar bisa fit dan tidak terdampak penyakit akibat musim pancaroba? (Ade Selvia dan Nando Ferdiansyah)

Narasumber: Rizanda Machmud *)

Jawab:

Menjaga imun agar tidak sakit merupakan upaya menjaga kesehatan  diri. Kesehatan layaknya sebuah segitiga epidemiologi, apabila kondisi luar berubah dan tidak kondusif  artinya kondisi tubuh kita harus sehat. Misalnya pasien Covid-19 yang memiliki kondisi tubuh yang baik dan nafsu makan yang tidak bermasalah namun memiliki kekahawatiran yang cukup mengganggu. Di masa pandemi, rasa takut membuat kondisi imun menjadi lemah dan lebih rentan berdampak pada imun tubuh.

Siapa saja yang rentan terdampak penyakit dari musim pancaroba?

Orang yang rentan terdampak musim pancaroba pada umumnya kurang bisa menerapkan pola tidur yang baik, asupan makanan yang sehat, olahraga rutin, hingga perhatian akan spiritual. Mahasiswa yang sedang menjalankan kuliah tatap muka perlu mempersiapkan berbagai hal tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mengingat kondisi cuaca dan lingkungan yang saat ini kurang baik.

Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi musim pancaroba guna menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan tidak mudah terdampak penyakit?

Musim pancaroba seperti kondisi lingkungan yang bergeser karena kondisi tubuh menurun seolah penyakit menjadi banyak pada musim ini. Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi reaksi tubuh seseorang dalam situasi di musim pancaroba. Salah satunya mengistirahatkan tubuh dengan tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan imun tubuh menjadi tidak stabil bahkan dapat memengaruhi perubahan mood seseorang.

Jam tidur juga berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang, sebab tubuh mulai memperbaiki jam tidur mulai pukul sebelas malam hingga pukul satu dini hari. Biasanya kalau kita tidur di rentang waktu tersebut kita akan masuk dalam fase tidur yang sehat atau deepsleep. Hal lainnya yang mempengaruhi kualitas tidur adalah pikiran. Salah satu pengendaliannya adalah membaca doa dan zikir, sebab pada saat itu kondisi otak memasuki zero mine atau kondisi pasrah. Dengan kondisi seperti itu akan lebih mudah untuk masuk ke fase deepsleep. Di saat bersamaan apabila kondisi seseorang dalam keadaan pasrah, hormon dopamin akan diproduksi sehingga rasa bahagia dan nyaman akan muncul.

Selain jam tidur apakah ada faktor lain yang mempengaruhi kondisi tubuh tidak mudah terdampak penyakit ?

Kondisi lainnya yang mempengaruhi yakni pentingnya memberikan makanan sehat bagi tubuh serta asupan terhadapat jiwa atau spiritual. Orang yang memilki banyak pikiran atau bahkan stress jarang kualitas tidurnya yang baik.

Terakhir yang dapat kita lakukan adalah melakukan olahraga. Apabila seseorang melakukan olahraga rutin maka pembuluh darahnya akan melebar dan akan memberikan nutrisi yang banyak bagi tubuh serta oksigen yang yang lebih banyak. Hal lain yang perlu dingat adalah semua penyakit pasti ada sebab dan akibatnya. Penyebab penyakit yang dating harus ditelusuri karena ketika sakit, sebagian orang langsung meminum obat hanya dengan melihat gejala yang ditimbulkan.

 

*) Narasumber merupakan Guru Besar Bidang Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here