Beranda Berita

Penggalangan Dana, Bukti Peduli Sulawesi Tengah

Salah satu anggota Forsima PAI Sumbar menyodorkan kotak amal pada pengemudi truk untuk Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan di sepanjang jalan Bypass, Padang, Minggu (30/9/2018). (Foto: Sukma Hayati)

gentaandalas.com- Bencana alam yang menimpa Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah banyak menimbulkan kerugian, baik dari segi materi mapun nyawa sekalipun. Demi meringankan beban yang diderita oleh masyarakat di Sulawesi Tengah, Forum Silaturahmi Pendidikan Agama Islam (Forsima PAI) Se-Sumatera Barat (Sumbar) melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana yang dilakukan di Simpang Bypass Limau Manis, Minggu (30/09/18).

Gubernur Forsima PAI Sumbar, Yogi Iswanto, mengatakan penggalangan dana ini dilakukan oleh tujuh belas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki jurusan PAI di Sumbar.

“Penggalangan dana ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari diberbagai kota, seperti kota Padang, Bukittinggi, Batusangkar, Padang Panjang, dan kota lainnya di Sumbar.

Ia juga mengatakan bahwa penggalangan dana hari ini merupakan hari ke dua penggalangan dana untuk Palu. Hari pertama dilakukan pada hari sabtu dan mendapatkan dana sebesar Rp 1.700.000 selama rentang waktu ba’da  zuhur sampai ba’da asyar.

“Dalam satu minggu ini kami akan terus berusaha menggalang dana,” kata Yogi.

Dana ini akan disalurkan kepada Palu melalui pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT).  ACT merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. ACT sendiri biasa mengirim dana ke daerah-daerah yang terkena bencana alam, tidak hanya disalurkan dalam negeri namun juga ke luar negeri, seperti Palestina.

Selain bertujuan membantu Palu, kata Yogi, penggalangan dana ini juga dilakuakan untuk menunjukkan keberadaan Forsima PAI di Sumbar dan menjalin silaturahmi dengan IAIN Palu yang akan bergabung dengan Forsima Indonesia.

“Pada dasarnya, inilah manfaat dari berorganisasi. Selain bermanfaat untuk orang lain juga bisa menjalannya program organisasi. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Melihat aksi penggalangan dana yang dilalukan Forsima PAI Sumbar, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Unand, Sriwahyuni sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan penggalangan dana tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut bertujuan baik demi membantu korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut dapat membantu korban yang terkena musibah dan memang membutuhkan bantuan.

“Walau yang didapat tidak banyak, saya yakin itu sangat bermanfaat bagi korban bencana di sana,” katanya.

 

Reporter: Melati Tri Ilhami dan Sukma Hayati

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here