Beranda Berita

Pemira 2018, Mahasiswa Unand Mesti Kenali Pasangan Calon Presiden dan Wakilnya

Foto: Pemira km unand.

gentaandalas.com- Pemilihan Umum Raya (Pemira) tentu sudah akrab di telinga kalangan mahasiswa Unand, karena merupakan perhelatan yang digelar tiap tahun. Pemira tahun ini akan digelar tanggal 21 November mendatang untuk memilih satu dari tiga calon yang ada. Gubernur terpilih Fakultas Peternakan (Faterna), Agung Deni Pratama mengatakan Pemira kali ini cukup booming, ditambah lagi dengan adanya salah satu calon berasal dari tiga negara sabaris.

“Melihat adanya 3 pasangan calon (paslon) tentu persaingan ketat akan terjadi, dan seluruh mahasiswa pasti akan menikmati Pemira kali ini tentunya hak suara pun akan mereka berikan, Setiap paslon memiliki kelebihan dan kekurangan  masing-masing, visi dan misi mereka juga cukup menjanjikan, dan saya sebagai pemilih sulit menentukan pilihan.

Jika dilihat tantangan dari panitia, kata Agung, tentu lebih besar dan berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya terdiri dari satu paslon saja, sehingga adrenalinnya kurang terasa. “Dengan adanya 3 paslon yang bersaing tahun ini, maka Pemira akan terasa panas, adu gagasan pasti akan terjadi, dengan begitu ide-ide baru akan timbul,” katanya.

Agung berharap, agar tidak ada yang apatis, pilihlah  pemimpin yang sesuai dengan hati nurani, bukan karena kepentingan apapun, dan evaluasi dari sebelumnya kotak suara digembok dan dijaga ketat sehingga tidak terjadi kecurangan.

Kesemarakan Pemira tahun ini lebih terasa dibandingkan pada tahun sebelumnya. Namun, masih ada mahasiswa yang tidak peduli terhadap Pemira. Presiden BEM KM Unand, Faizil Putra mengatakan bahwasannya ketidak pedulian mahasiswa timbul karena adanya sifat yang apatis dalam diri mahasiswa itu sendiri.

“Mahasiswa mesti melek terhadap kondisi politik kampus dan harus mengenali calon-calon pemimpin yang ada. Bisa melalui media sosial pribadinya, akun kampanyenya atau akun pemira,” ujar Faizil.

Disisi lain, Firmatus Hia selaku Pemimpin Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik (UKM PHP) mengatakan ketidak pedulian mahasiswa terhadap pemira diakibatkan kurangnya sosialisasi terhadap Pemira itu sendiri.

“Mahasiswa harus mengetahui substansi segala sesuatu. baik itu hal besar maupun hal kecil saja harus di pertanyakan. Apa gunamya Pemira dan apa tujuannya dilaksanakan Pemira. Beri Pencerahan dan edukasi kepda mahasiswa.  Jadi, bukan hanya sekedar nempel pamflet serta visi misi saja. Seakan-akan Pemira ini hanya marak di kalangan orang -orang tertentu saja,” ujar Firmatus.

Firmatus berharap Presma terpilih adalah orang yang pekerja keras, dan berpihak pada mahasiswa atau masyarakat secara keseluruhan. Serta pemimpin yang berdiri di setiap golongan bukan hanya pada satu kelompok saja.

Salah satu mahasiswa biologi Titik, meyampaikan bahwa ia kurang mengikuti Pemira ini, karena sibuk dengan pratikum dan informasi terkait Pemira tidak ia ketahui, karena kurangnya penyebarluasan informasi, dan poster Pemira juga tidak ada di fakultas.

 

Reporter: Tiwi Veronnika dan Yudellia Wira Permata

Editor: Juni Fitra Yenti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here