Beranda Berita

Pegiat Antikorupsi Sumbar Tetapkan 2 Oktober sebagai Hari Kesaktian Setya Novanto

Penggiat anti korupsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan orasi di depan Tugu Gempa Sumbar, Senin (2/10/17).

gentaandalas.com- Penggiat anti korupsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan orasi pada malam hari di depan Tugu Gempa Sumbar, Senin (2/10/17). Orasi ini dilakukan karena diterimanya permohonan praperadilan Setya Novanto oleh hakim tunggal Cepi Iskandar. Perwakilan Gebrak Universitas Negeri Padang Muhammad Isa mengatakan Tanggal 2 Oktober 2017 merupakan Hari Kesaktian Setya Novanto, dan Kota Padang mendeklarasikan sebagai hari berkabung.

“Mari jadikan hari ini sebagai simbol perjuangan bersama, Mari kita dukung KPK, karena KPK butuh dukungan kita semua. KPK adalah kita, kita adalah KPK,” katanya.

Bangsa ini, lanjut Isa, selalu tersesat jalannya jika diluruskan hanya oleh segelintir orang seperti Setya Novanto. Isa menyerukan kepada khalayak yang datang untuk berpikirlah kedepan, bangsa ini butuh semua kepedulian bangsa. “Gerakan anti korupsi harus lebih masif dari gerakan orang-orang yang mengkorupsi di Negara ini. Kita harus selalu awas, harus selalu siuman karena bahaya korupsi merupakan bahaya terbesar dalam hidup kita,” tuturnya.

Senada dengan Isa, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Wendra Yonaldi menuturkan bahwa masyarakat sipil merasa terhina dengan diambilnya keputusan ini. Menurutnya seakan-akan putusan tanggal 29 September 2017 kemarin adalah sebuah lelucon. “Terlampau banyak akrobat politik dan hukum yang terjadi di negara ini dan puncaknya diawali oleh Setya Novanto yang berpura-pura sakit. Setelah putusan hakim atas pencabutannya sebagai tersangka, ia dikabarkan sudah keluar rumah sakit. Ini adalah penghinaan intelektual bagi Sarjana Hukum dan calon-calon Sarjana Hukum,” tuturnya.

Lewat Kegiatan yang turut dihadiri oleh Gebrak UNP, Fakultas Hukum UMSB, Bhakti, Pusako Unand, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Pers, Integritas, PHP Unand dan lainnya Wendra berharap agar seluruh elemen gerakan sipil yang anti terhadap korupsi kembali merapatkan barisan. Serta menyatukan ide dan pikiran agar suara-suara anti korupsi tetap lahir di Sumbar.

Reporter : Yashirli Mulyadi dan Qudwatun Nisaa

Editor     : Endrik Ahmad Iqbal

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here