Beranda Berita

Peduli Negara, FSLDK Sumbar Adakan Sekolah Kebangsaan

Narun Fahmi menyampaikan materi pada Sekolah Kebangsaan 2018 di Aula Gubernur Sumbar, Minggu (9/12/2018)

gentaandalas.com- Pusat Komisi Daerah (PusKomda) Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Sekolah Kebangsaan 2018. Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh masyarakat Sumbar khususnya Aktivis Dakwah Kampus (ADK) yang dilaksanakan di Aula Gubernur Sumbar, Minggu (9/12/2018).

Yusrizal Yasmar selaku Ketua Pelaksana mangatakan, bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini ialah sebagai framing bagi masyarakat, bahwasannya lembaga yang memiliki asas keislaman seperti FSLDK hanya mengangkat hal yang berbau keislaman saja, akan tetapi juga bisa memperlihatkan kepeduliannya terhadap negara.

“Biasanya FSLDK hanya mengangkat suatu acara yang berbau Islam saja. Namun dengan adanya kegiatan ini, kita dapat memperlihatkan bahwa FSLDK juga peduli terhadap Negara. Kegiatan ini sebagai framing bagi masyarakat, jadi rasa terhadap agama ketika semakin memahami Islam maka akan semakin mencintai negara” ujar Rizal.

Rizal menambahkan bahwa kegiatan ini berawal ketika dilaksanakannya kegiatan serupa di tingkat Nasional pada Universitas Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pusat Komunikasi Nasional (PusKomNas) FSLDK Indonesia yang memiliki 37 cabang dari Aceh hingga Papua.

Dengan tema “Peran Pemuda Islam dalam Pembangunan Bangsa”, kegiatan ini diisi oleh tiga orang pemateri yaitu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Narun Fahmi dari Dir Binmas Polda Sumbar, dan Yaswirman guru besar Fakultas Hukum Universitas Andalas . Ketiga pemateri ini menyampaikan peran yang harus dilakukan pemuda Islam dalam pembangunan bangsa dan pemudalah yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa Indonesia selanjutnya.

Salah satu peserta kegiatan ini, Misdawati dari LDK FKM Khairu Ummah STIT Syeikh Burhanudin Pariaman menuturkan bahwa sekolah kebangsaan perlu diadakan oleh mahasiswa dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) untuk peduli terhadap Negara karena dunia dakwah tidak hanya seputar agama islam, tetapi juga menyeimbangkannya dengan rasa peduli terhadap kenegaraaan agar timbul rasa keadilan.

“Kegiatan ini perlu diadakan oleh Mahasiswa dan lembaga Dakwah Kampus agar peduli terhadap negara, dunia dakwah tidak hanya tentang agama Islam. Kita harus menyeimbangkannya dengan rasa peduli terhadap kenegaraan agar timbul rasa keadilan,” ujarnya.

Rizal berharap, kepada para peserta yang mengikuti Sekolah Kebangsaan ini mampu menimbulkan prinsip nasionalisme dalam mencintai Islam, karena yang selama ini terjadi, banyak pemuda islam yang hanya fokus terhadap islamnya saja sementara untuk negara kurang berkontribusi, jadi dengan adanya acara ini orientasi kedepannya lebih tergambarkan.

Reporter : Anggi Putri Rizkya dan Yudellia Wira Permata

Editor : Ramadanil Fajri

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here