Beranda Berita

Panlok 17 Padang Gelar Konferensi Pers SBMPTN 2018

Rektor Unand, UNP dan ISI Padang Panjang mengklarifikasi SBMPTN 2018

gentaandalas.com- Panitia Lokal (Panlok) 17 melaksanakan konferensi pers Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 di Ruang Sidang Auditorium Universitas Andalas (Unand), Rabu (4/4/2018). Panlok 17 terdiri atas Unand, Universitas Negeri Padang (UNP) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Rektor Unand Tafdil Husni menyebutkan, Panlok 17 sudah melakukan beberapa kali pertemuan membahas pelaksanaan SBMPTN 2018. “Kami sudah rapat dengan seksi-seksi yang ada di dalam kepanitiaan untuk menyampaikan arahan yang didapat dari pemerintah pusat,” ujar Tafdil.

Menurut Tafdil, kesiapan sudah mencapai sekitar 80%,  Ia  tidak ingin ada kekurangan seperti tahun sebelumnya. Berhubung SBMPTN merupakan rutinitas tahunan, Tafdil mewanti-wanti agar tidak terulang kesalahan yang sama dari tahun sebelumnya. “Pihak universitas perlu mawas diri dan persiapan lebih matang lagi,” katanya.

BACA JUGA:  Ikamadiksi Unand Adakan GEMBIRA 2019 antar Universitas se-Indonesia

Tidak ada perubahan aturan SBMPTN  dari tahun sebelumnya, tetapi pemerintah memberikan kuota lebih untuk ujian Computer Based Test (CBT). Jika tahun lalu kuotanya sekitar 80.000 orang, peserta sekarang kuotanya 300.000 orang.

Sementara itu, Universitas Padjajaran (Unpad) menerapkan sistem  baru untuk SBMPTN kali ini, yaitu ujian lewat gadget untuk 1000 peserta. Setelah itu, akan dievaluasi kelebihan dan kekurangan dari sistem baru tersebut.

Lain halnya dengan Rektor UNP, Ganefri lebih menyorot biaya kuliah bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Menurutnya, pendaftar Bidikmisi melambung naik, sedangkan kuota yang sedikit perlu menjadi perhatian bersama, agar mendapatkan solusi. Saat ini, kata Ganefri, pendaftar Bidikmisi di UNP hampir 10.000 orang, sedangkan kuota hanya tersedia untuk 829 orang. Hal ini jelas tak sebanding, sehingga peluang dalam mendapatkan beasiswa Bidikmisi  sangat kecil.

BACA JUGA:  Jadwal Pengambilan KTM Maba SBMPTN 2018 Sudah Keluar

“Di luar Pulau Jawa, Sumatera Barat (Sumbar) adalah pengusul beasiswa Bidikmisi tertinggi. Pengusul Bidikmisi meningkat dari tahun ke tahun sehingga peluang untuk mendapatkan beasiswa sangat kecil,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah  ikut memikirkan dan memberi solusi, karena sedikitnya kuota beasiswa saat ini. Tujuannya agar anak-anak Sumbar yang kurang mampu dan memiliki potensi dapat memasuki bangku perguruan tinggi. Alternatif dana dari pemerintah bisa bersumber dari CSR pusat dan kepedulian dari BUMN.

Reporter: Vivi Oktaviani dan Zurriati Fadilla

Editor: Yashirli Mulyadi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here