Beranda Berita Pamflet Kritik Terhadap BEM KM Unand Beredar di Mading Gedung Perkuliahan

Pamflet Kritik Terhadap BEM KM Unand Beredar di Mading Gedung Perkuliahan

Pamflet berisikan kritik terhadap BEM KM Unand yang terpampang di mading gedung perkuliahan, Senin (4/12/2017)

gentaandalas.com- Pamflet berisikan kritik terhadap BEM KM Unand dengan rektorat yang terpampang di mading-mading gedung perkuliahan serta halte bus Universitas Andalas (Unand) sejak awal pekan ini menuai berbagai tanggapan.

Tulisan di pamflet tersebut berupa “Hentikan drama BEM KM dan rektorat! Jangan lagi manfaatkan BEM fakultas!! Hentikan demo settingan dan kegiatan sampah lainnya! Jangan bodohi mahasiswa Unand!

Wakil Presiden Mahasiswa BEM KM Unand Rendi Afrineldi menjelaskan bahwa pamflet yang ditempel di mading-mading tersebut merupakan aksi propaganda dari orang-orang yang memerhatikan dan mengikuti BEM. Rendi sama sekali tidak mengetahui siapa orang yang membuat propaganda tersebut.

Rendi menanggapi positif pamflet tersebut karena orang-orang masih memerhatikan dan ingin memberi kritik juga masukan terhadap BEM.

“Orang-orang yang membuat ini peduli dengan pergerakan BEM KM Unand dan peduli terhadap kesejahteraan mahasiswa,” katanya saat ditemui di sekretariat BEM KM Unand, Rabu (6/12/2017).

Namun Rendi tetap menyayangkan tulisan yang tertera dari pamflet tersebut. Menurutnya pamflet yang tertera tidak memiliki data dan latar belakang yang jelas. Ia berharap agar orang yang membuat propaganda itu mau datang menemui BEM untuk berdiskusi terkait pergerakan BEM.

“Bagi orang-orang yang membuat propaganda itu, ayo datang ke BEM. Kita bahas apa yang salah atau bagaimananya kita selesaikan bersama,” ujar Rendi.

Lain halnya dengan Rendi, salah seorang mahasiswa Jurusan Satra Indonesia yang melihat pamflet di mading, Nadya Aisy Hamevta  merasa tulisan yang tertera di Pamflet ada benarnya.

Menurut Nadya, ajakan BEM KM Unand untuk melakukan aksi demo yang pernah dilakukan dulu membuat mahasiswa (mahasiswa baru-red) yang ikut melakukan aksi menjadi hanya sekedar ikut-ikutan tanpa tahu tujuan pasti dari demo tersebut.

Berbeda dengan Nadya, Muhammad Surya Rahim mengatakan pamflet tersebut hadir karena adanya kesalahpahaman antara BEM KM Unand dengan BEM fakultas.

“Ketika dihadapkan dengan rektorat, BEM malah merasa gentar sehingga tujuan awal terlupakan. Sebaiknya BEM KM Unand konsisten dengan tujuannya sebagai penggerak mahasiswa,” ujar mahasiswa Jurusan Agribisnis ini.

Reporter : Rani Aprianti

Editor     : Mis Fransiska Dewi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here