Beranda Berita

Nomor Antrean Bank Pusat, Penyebab Telatnya Pencairan Bidikmisi

 

Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand, Destrinita. (Foto : Doc. Genta Andalas)

gentaandalas.com- Beasiswa Bidikmisi yang dijanjikan akan cair awal September, dan menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa Bidikmisi Unand, akhirnya cair di awal Oktober ini. Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Unand, Destrinita mengatakan penyebab lamanya pencairan tersebut, dikarenakan nomor antrean pencairan di bank pusat.

Destrinita menuturkan bahwa Settlement Institution (SI) yang disatukan oleh Bank Mandiri menjadi penyebab lamanya pencairan Bidikmisi. “Settlement Institution (SI) atau nomor antrean pada bank untuk mencairkan dana yang dibuat untuk Bidikmisi ini hanya satu, tidak dipecah-pecah per universitas. Jadi, prosesnya agak lama. Kalau bank lain seperti BTN, BRI, dan BNI sudah keluar lebih awal,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, Senin, (1/10/18).

Kata Destrinita, dalam pengelolaan Bidikmisi, Bank Mandiri mengelola paling banyak jumlah mahasiswa dibanding bank lain, yaitu 43.000 mahasiswa. Seluruhnya digabung, tidak hanya Unand tetapi semua perguruan tinggi.

Lanjutnya, pencairan yang dilakukan sekali tiga bulan yang berjumlah Rp 1.950.000 akan tetap keluar untuk tiga bulan ke depannya. Bagi mahasiswa yang belum membayar uang asrama akan langsung dipotong terlebih dahulu.

Mahasiswa Manajemen angkatan 2015, Indah Purnama Sari mengatakan bahwa pembenahan informasi itu sangat dibutuhkan. “Sebenernya kalau dibilang genting sih udah genting banget, apalagi anak kos-kosan. Cuma yang bikin kurang nyaman itu sih informasinya yang tidak pasti, kurang klarifikasi. Mungkin yang dibutuhkan mahasiswa itu kejelasan informasi,” katanya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2017, Indah Fajriani, merasa senang dan sedikit kecewa. “Saya sudah lama menunggu uang ini cair dan saya berpikir Bidikmisi ini lama keluar nantinya akan keluar semuanya, tetapi hanya sebagian saja,” ujarnya.

Indah menambahkan bahwa, uang Bidikmisi ini telah ia bagi-bagi dari jauh-jauh hari untuk membayar uang kos, beli buku, dan membayar iuran-iuran tak terduga.

Reporter : Vivi Oktaviani dan Yosi Saputri

Editor : Juni Fitra Yenti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here