Beranda Aspirasi

Mosi Integral : Menuju Integrasi KM UNAND

dok. pribadi

*Oleh : Muhammad Nasir

Mengawali kolom opini pada kesempatan kali ini perlu disampaikan bahwa secara alamiah tulisan ini dituangkan sebagai buah dari panggilan nurani dan kepedulian mendalam yang coba diwujudkan dalam bentuk  tulisan yang secara utuh saya persembahkan kepada seluruh mahasiswa  Keluarga Mahasiswa ( KM ) Universitas Andalas, opini ini sebagai bentuk autorespond atas latarbelakang yang  sama-sama telah diketahui  dan patut mendapat label sebagai rahasia umum di KM Universitas Andalas. Didorong oleh suasana kebathinan dan  rasa prihatin yang meluas di KM Universitas Andalas,  muncul suatu  kekhawatiran yang begitu menguras pikiran dan emosi pada  waktu bersamaan saya mencoba untuk improvisasikan pada hamparan kertas putih nan  melambangkan warna kesucian. Walau sungguh terusiknya rasa keadilan ini mungkin tak  pernah mampu dijelaskan dengan seribu bahasa sekalipun, tetapi puji syukur hanya kepada-Nya, pada  akhirnya tulisan ini dapat saya hadirkan dihadapan mahasiswa pembaca yang budiman, murni sebagai hasil   renungan panjang dan senyap akan nasib pergerakan mahasiswa hari ini dan masa yang akan datang.

Segmentasi yang hendak disentuh dari tulisan ini adalah adanya manfaat bagi pembaca khususnya mahasiswa KM Universitas Andalas dan adapun bagi generasi kedepan dan  masa lampau mudah-mudahan dapat dijadikan sebagai kiriman pesan kebangsaan antar ruang dan waktu untuk  generasi KM Universitas Andalas. Bagian tulisan ini terdiri dari kata yang pastinya tak akan sempurna, oleh sebab itu penulis terbuka dengan saran dan kritikan yang senantiasa membangun.

Unversitas Andalas adalah penamaan yang digagas oleh Bung Hatta, tentu kita sepakat bahwa beliau adalah kebanggaan masyarakat minangkabau hari ini dan beliau akan tetap selalu menjadi kebanggaan orang minang  sepanjang masa. Penamaan yang beliau ambil dari sebuah  tumbuhan pohon endemik yang kokoh di pulau sumatra, hal ini tentu memiliki makna tersirat yang begitu fundamental. Dalam artian nilai, yang dapat ditarik secara implisit dari penamaan tersebut maka sah-sah saja diterjemahkan pohon andalas adalah sebagai satu pesan sakral yaitu nilai naungan yang utuh dan tak terpisahkan. Sejak awal kitapun sepakat Universitas Andalas di awal kelahirannya bukanlah milik sekelompok orang, bukan hanya milik Sumatra Barat, namun milik kita semua, milik Indonesia. Sebagai satu kesatuan, dengan akal dan jiwa yang sehat tentu kita satu suara  akan hal itu.

BACA JUGA:  BEM FIB Tolak Kebijakan BPU Unand 2018

Namun persoalan yang mencuat kepermukaan beberapa hari belakangan, yang tak bisa kita pisahkan dari masa lalu bahwa polemik hari ini adalah bagian  hilir dari kecelakaan sejarah masa lampau. Sebagai lembaga pergerakan mahasiswa betapa menyedihkannya sikap segelintir  oknum (badan eksekutif dan legislatif mahasiswa) yang menjadi aktor dari problematika serius di fakultas tigo nan sabaris, saat ini yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa ada segelintir elit fakultas memiliki naluri liar separatisme ( memisahkan diri ) dan senang mencabik-cabik persatuan? Sepanjang hayat  kita pasti sepakat  bahwa Indonesia nan elok dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang disempurnakan dengan sila ke-tiga Pancasila. Dengan Alasan apapun separatisme tetaplah tak dapat dibenarkan, jika  perbedaan  menjadi alasan, maka saya sampaikan “jangan pernah beri ruang!”. karena perbedaan seharusnya menjadi keistimewaan karena persatuan dalam perbedaan sangatlah  indah dan akan membawa kita menjadi bangsa yang kuat dan beradab. Dengan peristiwa ini saya teringat pesan abadi yang sangat fenomenal dari Ir. Soekarno “melemahkan persatuan berarti memperkuat musuh, bekerja untuk perpecahan berarti bekerja untuk musuh”.

Andai perilaku dan tipikal korosif semacam ini diberi ruang, maka dapat dipastikan menangislah bapak bangsa melihat dari kejauhan di alam sana padahal yang seharusnya adalah mereka istirahat tenang  disisi-Nya. Bapak bangsa akan menangis menyaksikan generasi muda bangsanya hari ini telah keluar dari track  disaat anak muda tersebut masih belajar merangkak dalam seni kepemimpinan diruang intelektual yang bernama  perguruan tinggi. Maka menurut penalaran yang wajar, dengan sikap separatisme yang tengah mereka pupuk sedari muda  hari ini sama saja halnya mereka tengah merakit bom waktu berhulu ledak nuklir yang akan siap meledak  kapanpun untuk meluluhlantakkan peradaban.

BACA JUGA:  Hasil Suara Sementara Pemira Unand 2018, Paslon 1 Unggul

Dalam setiap upaya separatisme ditataran lembaga pergerakan di Universitas Andalas  dampak negatifnya memang tidak langsung dirasakan oleh sekelompok elit muda (eksekutif/legislatif mahasiswa) yang menjadi aktor dalam problem fakultas tigo nan sabaris, kelompok yang mengalami kerugian dan menjadi korban langsung dari problematika ini  justru mahasiswa  tigo nan sabaris secara general yang notabenenya tak layak menerima dosa ini. Konsekuensi logis atas masalah ini adalah terjadinya kemerosotan social respect maupun  kualitas relasi antar disiplin ilmu di fakultas tigo nan sabaris dengan disiplin ilmu lain sehingga secara tidak langsung menimbulkan frustasi sosial yang baru.

Maka sudah sepatutnya sebagai generasi yang akan melanjutkan tongkat estafet perjalanan bangsa kita bukan hanya diamanahkan agar menjadi generasi penerus tetapi juga menjadi generasi pelurus, mulailah dari hari ini. Jangan pernah ciderai karekter persatuan yang telah digagas dengan susah payah bahkan bersimbah darah oleh para pendiri bangsa, sikap separatisme yang tak divaksinasi dari sekarang maka tidaklah  belebihan  jika muncul kekhawatirkan umum yang keluar batas ruang dan waktu, bahwa dimasa depan akan melebar menjadi  sikap chauvinistic garis keras sehingga  karakter ini menjadi sulit  untuk  disembuhkan. Bak kata pepatah kuno alam Minangkabau “Ketek taraja-raja, gadang tabaok-baok’’ ( Sejak  kecil sudah coba-coba belajar, ketika besar terbawa-bawa menjadi kebiasaan ).

Bersatulah KM UNAND !

Hidup Mahasiswa !

Penulis merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) KM Unand 2018

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here