Beranda Berita

Minimnya Partisipasi Warga KM Unand dalam Pemira 2019

Seorang mahasiswa sedang mencoblos di kotak suara pada Pemira 2019 di depan Gedung C, Rabu (27/11/2019). (Foto : Icha Putri)

gentaandalas.com- Pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Andalas (Unand) 2019 kurang mendapat sambutan baik dari warga KM Unand. Terlihat dari banyaknya mahasiswa yang memilih untuk golput atau tidak ikut andil dalam Pemira. Pemira yang dilaksanakan pada hari ini untuk memilih calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (ca DPM) tingkat Unand yang terbagi atas lima Dapil.

Dapil 1 berada di Fakultas Ekonomi, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi Kampus II Payakumbuh dan Fakultas Peternakan Kampus II Payakumbuh. Dapil 2 terdiri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dapil 3 terdiri dari Fakultas Hukum, Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dapil 4 terdiri dari Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Kedokteran Gigi. Sementara untuk Dapil 5 terdiri dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Informasi, dan Fakultas Pertanian Kampus III Dharmasraya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bayu Adetya menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan Pemira ini sudah dilakukan penyebarluasan informasi sebagaimana semestinya, agar warga Unand tahu bagaimana proses jalannya Pemira.

“Informasi sudah disampaikan dengan sangat baik, melalui mulut ke mulut, undangan, bahkan di media sosial pun sudah kita lakukan,” ungkap Bayu saat diwawancarai kru Genta Andalas via Whatsapp, Rabu (27/11/2019).

Salah satu mahasiswi jurusan Agroteknologi angkatan 2019 Putri mengaku memilih golput karena tidak tahu dengan calon-calon dari DPM sendiri.

“Saya tidak ikut memilih karena kurang tahu dengan calon dari DPM, dan untuk informasi yang diberikan juga masih kurang, buktinya masih banyak juga yang tidak tahu dengan calon-calon tersebut,” ungkap Putri.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini tidak dilakukan pencoblosan untuk Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma) dikarenakan mundurnya Capresma nomor urut 2, dan tidak diberlakukannya pemilihan dengan melawan kotak kosong.

“Pelaksanaan pemilihan kotak kosong itu dilakukan bila paslon mengundurkan diri dari awal pelaksanaan Pemira, sementara yang terjadi kemarin itu paslon mundur di tengah jalan. Jadi karena tidak bisa dilakukannya pemilihan kotak kosong maka paslon nomor urut 1 naik untuk menjadi Presma dan Wapresma KM Unand selanjutnya,” jelas Bayu.

 

 

Reporter : Indah Ariesta Gusra

Editor : Linda Susanti

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here