Beranda Berita

Minggu Tenang dalam Kacamata Mahasiswa

 

gentaandalas.com- Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil tahun akademik 2018/2019 akan dilaksanakan mulai 10 Desember 2018. Satu minggu sebelum ujian dimulai, jadwal kuliah ditiadakan dan biasanya masa itu dikenal dengan “Minggu Tenang”. Minggu tenang dalam periode akhir semester ini dimulai pada 3 Desember 2018 sampai sehari sebelum terlaksananya UAS, 9 Desember 2018.

Pada kenyataannya, minggu tenang diisi dengan pergantian jadwal kuliah yang tertunda selama proses pembelajaran, hingga timbul pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Harapan mahasiswa yang telah merancang minggu tenang untuk berlibur di kampung halaman pun sirna. Di balik itu, ada beberapa mahasiswa yang tidak mempermasalahkan minggu tenang untuk mengganti kuliah yang tertunda.

Mahasiswi Ilmu Ekonomi 2017, Maghfira Dwi Irna, tidak mempermasalahkan minggu tenang digunakan sebagai pengganti jadwal kuliah.

“Sebenarnya saya tidak terlalu mempermasalahkan adanya kuliah pengganti di minggu tenang, karena dosen kami mengatakan minggu tenang ini adalah week of, bukan silent week. Jadwal kuliah itu memang tidak ada, tapi bisa diisi dengan kelas pengganti,” kata Maghfira saat diwawancarai kru Genta Andalas, Selasa (4/12/2018).

BACA JUGA:  Hati-hati! Sampah Makanan!

Sebaliknya, Rahmi Aprilia Adianto, mahasiswi Agroteknologi 2017, menginginkan minggu tenang itu bebas dari tugas dan kuliah.

“Menurut saya, minggu tenang itu omong kosong saja, karena masih disibukkan dengan kuliah dan tugas-tugas lainnya. Tak hanya itu, rapat-rapat juga banyak memenuhi minggu tenang ini. Padahal, saya ingin mempersiapkan UAS pada minggu tenang ini,” ungkap Rahmi.

Padatnya jadwal kuliah pengganti di minggu tenang membuat mahasiswi Keperawatan 2017, Suci Rahmadini Agusty, merasa kewalahan dalam membagi waktu. Mahasiswi yang akrab dipanggil Suci ini memikirkan banyak hal di minggu tenang, mulai dari kelas pengganti dan tugasnya, tugas akhir praktikum, materi UAS yang belum dibaca,  hingga ujian praktikum.

BACA JUGA:  Buku Surat dan Sang Bibliografer Misterius

Suci menambahkan, pada semester ini ia merasa terbebani dalam mempersiapkan UAS. Hal tersebut dikarenakan kuliah pengganti yang padat dan ditambah dengan tugas-tugas, hingga tak lagi bisa membagi waktu membaca untuk materi UAS.

“Saya berharap tugas kami hanya ada ketika minggu aktif kuliah saja. Bagaimana mau tenang jika saat minggu tenang tugas kami masih ada  seperti air mengalir,” tambahnya.

Sangat berbeda dengan mahasiswi sebelumnya, mahasiswi Hukum 2018, Nurul Annisa Azwir, telah merancang minggu tenang untuk mempersiapkan UAS. Mahasiswi yang akrab dipanggil Chaca ini akan mengisi hari-hari sebelum ujian dengan mengunjungi perpustakaan dan meringkas materi untuk ujian nanti. Tidak adanya jadwal pengganti kuliah pada minggu tenang, membuat Chaca khawatir kepada mahasiswa yang tidak menggunakan minggu tenang dengan efektif.

Reporter: Yudellia Wira Permata

Editor: Nurul Pratiwi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here