Beranda Berita

Minangkabau adalah Muslim

Pakar sejarah Sumbar Sudarman saat menyampaikan materi mengenai kaitan sejarah adat minangkabau dengan islam di gedung perpustakaan lantai 5 Unand, Minggu (19/11/2017) (Foto: Pitnia Ayu Saputri)

gentaandalas.com- Minangkabau tidak pernah lepas dengan keislamannya. Hal tersebut dituturkan oleh ulama Sumatera barat (Sumbar) Buya Masoed Abidin. Buya mengatakan bahwa Minang adalah muslim.

“Minangkabau adalah muslim dan orang yang tidak muslim bukan orang minangkabau,” jelasnya saat menjadi pemateri di Gedung Perpustakaan Unand, Minggu (19/11/2017).

Pakar sejarah Sumbar Sudarman juga membenarkan hal tersebut. Ketika Islam datang ke minangkabau, kata Sudarman, masyarakat minangkabau langsung menjadi beragama Islam.

Menurut Sudarman, gambaran islamisasi terdiri dari tiga tahap yaitu datang, masuk, dan penyebaran. Islam datang ke Minangkabau oleh pedagang atau sufi periode 7-8 Masehi.

Masuknya islam, lanjut Sudarman, disebabkan oleh ulama dengan menyebarkan islam ke Pantai Barat Sumatera. Setelah islam masuk ke minangkabau, dibentuklah institusi politik yang pada saat itu bernama kerajaan atau kesultanan. Penyebaran agama Islam di minagkabau dilaksanakan di surau, tariqat, dan madrasah.

Sudarman mengungkapkan adat dan islam secara tidak langsung melakukan negosisasi pada saat itu sehingga adat dan islam berjalan secara berdampingan. Saat ini banyak masyarakat islam di minangkabau yang melupakan adat.

“Masyarakat minangkabau sekarang lebih menggunakan islam yang diketahui dari internet, sehingga meninggalkan adat yang telah ada,” tuturnya.

Baca juga: Buya Masoed Abidin: Religi dan Budaya Dorong Lahirnya Pendidikan

Reporter : Pitnia Ayu Saputri dan Juni Fitra Yenti

Editor     : Mis Fransiska Dewi

TINGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here